GP. Ansor kota bandung mengamini kemenag; negara harus hadir untuk merangkul semua golongan

351

Siaran Pers
GP. Ansor Kota Bandung

GP. Ansor kota bandung mengamini kemenag; negara harus hadir untuk merangkul semua golongan

Wakil Ketua bidang Ideologi & Advokasi GP. Ansor Kota Bandung , nur hadi, menyesalkan acara peresmian Gedung Dakwah Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) yang dilakukan oleh Wali Kota Bandung Yana Mulyana hari Minggu (28/8) kemarin.
Diketahui, Gedung Dakwah ANNAS ini berlokasi di Jalan R.A.A. Martanegara Nomor 30 Turangga, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menurut mas hadi, panggilan akrabnya,
GP. Ansor kota bandung mengamini pernyataan dari kemenag mengenai statmen bahwa ormas dan paham keyakinan yang secara terang-terangan menebarkan kebencian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran agama. Negara tidak semestinya memberikan dukungan, tapi memoderasi cara berfikir, sikap dan praktik keberagamaanya, ujar Gus Jaman, stafsus Kemenag bidang kerukunan umat beragama.

Saya yakin Wali Kota Bandung ada perasaaan ingin merangkul semua pihak. ,” tandasnya.

namun menurutnya Walikota harus bisa menempatkan pada tempatnya, kita menjadi garda terdepan dalam mengawal NKRI dan Kenhinekaan, ujar mas hadi, sapaan akrabnya.

Yang Dikatakan kemenag mengenai relasi Sunni dan Syiah perlu disikapi secara arif. Organisasi Konferensi Islam (OKI) sendiri menyatakan bahwa syiah adalah bagian dari Islam. Bahkan, Grand Syekh Al Azhar Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb mengatakan bahwa umat Islam yang berakidah Ahlussunah bersaudara dengan umat Islam dari golongan Syiah.

“Sunny dan syiah adalah saudara,” itu pernah ditegaskan oleh Syekh Ath-Thayyeb saat bertemu para tokoh dan cendekiawan muslim di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, 22 Februari 2016.

Dalam kesempatan itu, lanjut Bib Zaman menyampaikan, Syekh Ath-Thayyeb mengatakan bahwa Islam mempunyai definisi yang jelas. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan salat, berpuasa, berzakat, dan beribadah haji bagi yang mampu. Mereka yang melaksanakan lima hal pokok ini, maka dia muslim, kecuali mereka yang mendustakan. Grand Syekh bahkan menilai bahwa tidak ada masalah prinsip yang menyebabkan kaum Syiah keluar dari Islam.

“Saya berharap seluruh rakyat Indonesia waspada dan hati-hati terhadap ormas atau organisasi yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah tapi masih melakukan aktivitas. Semoga negeri kita terjaga dilindungi oleh Allah SWT, tuhan semesta alam dan Negara harus merajut keragaman masyarakat agar dapat hidup rukun dan damai. Terhadap perbedaan pandangan baik di internal agama maupun antaragama, posisi negara adalah memoderasi, memfasilitasi dialog, agar kerukunan tetap terjaga,” pungkasnya.