Di Bulan Kemerdekaan, MWC NU Tamansari Gelar Halaqah Kebangsaan

83

Kota Tasikmalaya, Ansor Jabar Online

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Halaqah Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Mugarsari Tamansari Kota Tasikmalaya, Senin (21/08/2023) siang.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus MWCNU, PRNU, Banom dan lembaga NU yang ada di Kecamatan Tamansari. Pembacaan mahalul qiyam oleh Muslimat NU dan Fatayat NU pun mengawali acara ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah, KH Ricky Assegaf, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Halaqah Kebangsaan ini sangat penting.

“Untuk menambah pengetahuan dan memperkuat kecintaan kita kepada NKRI,” katanya, yang juga Ketua PC GP Ansor Kota Tasikmalaya

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tamansari, Aj. Aceng Mufassir dalam sambutannya mengatakan, selain memperkuat kecintaan kepada bangsa dan negara, kegiatan halaqah ini juga dapat memperkuat soliditas Keluarga Besar Nahdlatu Ulama (KBNU) Kecamatan Tamansari, sehingga semua berada dalam satu barisan.

KH Aa Fuad Mukhlis, selaku pemantik dalam Halaqah Kebangsaan ini menyampaikan materi mengenai betapa pentingnya mencintai bangsa dan negara. Ia mengomentari banyaknya orang Indonesia yang tidak bangga dan menjelek-jelekkan negaranya sendiri, padahal, menurut nya, orang tersebut bisa jadi tergelincir pada kufur nikmat, karena telah mengingkari anugerah yang ia dapatkan.

“Mereka makan dari tumbuhan yang tumbuh di tanah Indonesia, minum dari air yang ada di Indonesia, tetapi itu diinkarinya,” katanya menggebu gebu.

Setelah menyampaikan kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw yang sangat mencintai negerinya, Aa Fuad Kemudian mengemukakan betapa besarnya peran para ulama dan santri NU dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan.

“Merah putih memang hanya kain, tapi kain itu ditebus oleh ribuan nyawa kiai dan santri yang memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Sampai hari ini resolusi jihad belum dicabut. Jadi bagi warga NU, wajib hukumnya menjaga kemerdekaan Indonesia,” teriaknya berapi-api, dengan disambut tepuktangan jama’ah, tanda kagung dan setuju.

Pewarta : Asep Deden
Editor : Ilham Abdul Jabar