Sejarah Awal NU Purwakarta, Subang dan Karawang (2): Tentang Tahun Berdiri

134


Ramlan Maulana pada tulisan berjudul Catatan Sejarah NU Purwakarta (Sebuah Penelusuran Awal) yang dimuat pada https://daridesa.com/kabar/catatan-sejarah-nu-purwakarta/mengatakan bahwa NU Purwakarta berdiri sekitar 1928. Penulis tersebut menyandarkan argumentasinya pada laporan majalah Berita Nahdlatoel Oelama. Berikut petikan tulisannya:
Dua tahun sejak NU berdiri tepatnya 1928 NU Purwakarta sebenarnya sudah ada dan eksis bahkan tercatat menjadi salah satu peserta Muktamar NU ke-3 di Surabaya. Informasi tentang keberadaan NU Purwakarta pada perhelatan tersebut terlacak dari sumber data berupa madjalah Berita Nahdlatul Ulama “congress nummer ketiga” tertanggal 9 Rajab 1356 H/15 September 1937 M. Dalam madjalah tersebut tercatat nama utusan-utusan yang hadir dalam kongres (pen: muktamar) NU ke-3 di Surabaya pada tanggal 12 Rabi’utsani 1347 H atau 28 September 1928. Namun, proses pendirian, struktur kepengurusan belum ditemukan secara utuh.
Dalam penelusuran saya, berdasarkan majalah tertua di NU, yaitu Swara Nadlatoel Oelama tidak ditemukan data kehadiran perwakilan Purwakarta sebagaimana disebutkan penulis artikel yang dikutip di atas. Artikel itu malah menyandarkan datanya pada majalah yang lebih muda yaitu Berita Nahdlatoel Oelama “congress nummer ketiga” 9 Rajab 1356 H/15 September 1937 M, hal 33 tahun 1937. Artikel itu menambahkan:
Terdapat empat belas utusan dari Jawa Barat yang hadir dalam kongres/muktamar NU ke-3 ini. Dari ke empat belas utusan tersebut tercatat nama Kiai Faqih sebagai utusan Jawa Barat yang merangkap sebagai Tanfidziah NU Purwakarta. Nama-nama dari utusan tersebut secara lengkap adalah; KH. Abd. Rachman. K.Toebagris, H. Moehammad Arif (tf), EE.Ismail (Pandeglang), KM. Abbas, JM. Moeslim (tf), Saijid Awoed Bansjar (Cherebon), KH Dja’far Sodiq (tf), KH Fadhil (Tasikmalaya), KH. Moehammad Zain merangkap tanfidziah (Indramajoe), KH Abdullah (tf), RM. Dachlan (Bandoeng), KH. Ali Bisri merangkap (tf) (Serang), K. Faqih merangkap Tanfidziah (Purwkarta).
Nama-nama yang dikutip penulis artikel tersebut, dalam temuan saya adalah nama-nama yang hadir pada muktamar ke-12 di Malang yang memang berlangsung pada 1937 berdasarkan Berita Nahdlatoel Oelama No 22 edisi 15 September 1937, tahun ke-6, bukan pada muktamar ke-3 di Surabaya pada 1928.
Jadi, dari manakah kesimpulan NU Purwakarta berdiri pada 1928?
Sementara dalam penelusuran saya, menurut Poetoesan Congres Nahdlatoel Oelama Ka-9 di Banjoewangi, sampai tahun 1934, ada 9 cabang NU yang telah berdiri di Jawa Barat, Purwakarta adalah salah satunya.
Setahun sebelumnya, yaitu 1933, majalah Swara Nahdlatoel Oelama menyatakan NU Cabang Cikampek (Purwakarta) berdiri. Cabang tersebut berpusat di Jatiragas, sebuah daerah yang saat ini masuk ke dalam Kabupaten Karawang.
Jadi, saya meyakini akan data yang dikemukakan Swara Nahdlatoel Oelama yang menyatakan NU Purwakarta berdiri pada 1933 selepas berlangsungnya muktamar ke-9 NU di Jakarta.
Berikut ini adalah kutipan dari majalah tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia dan huruf Arab pegon yang dialihaksarakan dari edisi No 5 tahun ke-4 Rabius Tsani 1352 H, halaman 95:
Dan di sini kami muat sebagian buah-buah kongresnya Nahdlatul Ulama sesudahnya kongres ke-8 hingga ini hari yaitu tambahnya cabang-cabang di dalam Indonesia (1) di Purwakarta, (2) Wonosobo, (3) Solo, (4) Klaten….

~ Bersambung …

Abdullah Alawi