Usia di Batas Sore Tunggang Langgang

70

Dan, pada sore itu
Usia dihadapkan pada senja
Pada langit jingga
Pada matahari yang tunggang langgang

Ketika kebebasan terbatasi
Ketika musim berganti
Ketika tembok mulai berlumut
Seperti rumah tua yang menunggu roboh

Dan, pada pohon itu
Ranting semakin kering
Batang semakin rapuh
Menunggu jatuh, roboh dan hilang dari cerita

Seperti usia dan keangkuhan
Kesombongan tak membela
Adakah yang bisa menolak mati?
Adakah yang bisa menolak tua dan guguran bunga kemboja?

Senja mengantarkanku pada tembok tua yang berlumut
Rumah tanpa atap dan genting
Rumah terakhir tanpa pintu
Jauh dari keramaian yang menipu

Rintik hujan turun perlahan
Menyiram gundukan tanah merah
Tak ada siraman air dan taburan bunga
Tak ada tangis dan kehilangan

Daun jatuh mengikuti takdir
Menyapa tanah dan hancur
Jasad terbaring tak berdaya
Melebur bersama tanah
Menyatu menjadi kembali
Menjadi unsur dan materi

Jiwa menguap bersama hujan yang berhenti
Pergi meninggalkan rumah tanpa atap
Melayang kemudian menjauh pergi menghadap membawa catatan diri

Jiwa terbang bersama matahari yang tunggang
Meninggalkan jasad dan bumi
Selamat tinggal bunga kemboja
Selamat tinggal kebebasan yang dibatasi usia

Nasihin