TOKOH-TOKOH NU YANG WAFAT DI BULAN JULI

100

10 Juli 2010
K. H. ldham Chalid
K. H. ldham Chalid di Jakarta di usia 88 Tahun. K. H. Idham Chalid Ulama, politisi, dan pemimpin NU terkemuka. Lahir di Setui, Kotabaru, Kalimantan Selatan, 5 Januari 1921. Salah seorang tokoh yang lama malang melintang di jajaran NU dan kepemimpinan nasional. Menjabat Ketua Umum PBNU terlama dalam sejarah NU, yakni sejak tahun 1956 hingga 1984. Menduduki berbagai jabatan penting dalam pemerintahan: Waperdam II dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II (1956-1957) yang juga dikenal sebagai Kabinet Ali-Roem-Idham, Waperdam II dalam Kabinet DjuandaIKabinet Karya (1957-1959), Anggota DPA merangkap Wakil Ketua MPRS (1959-1960), Wakil Ketua MPRS (1959-1966) dengan berbagai rangkap jabatan menteri di dalamnya, Wakil Perdana Menteri (1966), Menteri Kesejahteraan Rakyat (1967-1973), Menteri Sosial (ad-interim) pada tahun 19701971, Ketua DPRIMPR (1971-1977), Ketua DPA (1978-1983), dan Anggota Tim Penasihat Presiden mengenai Pelaksanaan P4.


13 Juli 2006
Abu Hasan
Abu Hasan adalah pendiri dari KPPNU atau Koordinator Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama pada Tahun 1994.


14 Juli 1944
K.H. Machfudz Siddiq.K.H.
Machfudz Siddiq tokoh energik yang menjadi ketua Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) pada tahun 1937 dan pencetus mabadi khaira ummah (dasar-dasar umat yang baik), dilahirkan di Jember. Ai wafat pada 14 Juli 1944.


21 Juli 1990
Syaikh Yasin
Yasin al-Fadani Ulama asal Padang, Sumatera Barat bermukim dan mengajar di Haramain, yang dijadikan rujukan para penuntut ilmu dari Nusantara pada akhir abad ke-20 atau abad ke-15 H. Dia dikenai sebagai ahli hadits, tafsir, tasawuf, dan mufti Syafi’i di Mekah yang sering didatangi oleh para santri dari berbagai belahan dunia untuk mendapatkan ijazah sanad atau silsilah hadits sehingga ia disebut sebagai Suyuthiy Zamanihi (sosok Imam as-Suyuthi di masanya). Di kalangan pesantren, sosok ulama Indonesia ini adalah ”benteng” Ahlussunnah wal Jama’ah di al-Haramain, Mekah, dan Madinah, dalam berhadapan dengan kampanye agresif ideologi Wahabi yang disokong oleh pemerintah Arab Saudi.


26 Juli 2003
lrsyadul Mukminin wafat
lrsyadul Mukminin atau Gus lshom juga menulis masalahmasalah soslal, budaya, dan politik. Tulisan-tulisannya ini dimuat di media massa, seperti harian Surya, Jawa Pos, dan Republika. Bahkan, ia adalah seorang mubaligh yang andal. Kemampuan Iisan yang bagus, cara penyampaian yang lugas, serta pengetahuannya yang Iuas membuat setiap ceramahnya selalu menarik untuk disimak. Tidak banyak orang yang bisa menulis danberpidatosekaligus. Guslshom adalah sosok serba bisa yang mampu menunjukkan keterampilan tersebut. Bahkan, ia memasuki dunia politik dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Jombang. Gus lshom wafat pada 26 Juli 2003 dalam usia 37 tahun karena penyaklt kanker.

SUMBER : Ensiklopedia NU

Penulis : Asep Mas’ud