Ansor-Banser Kecamatan Bantargebang Salurkan Donasi bagi Korban Kebakaran TPST

158

Bekasi, Ansor Jabar Online

Terjadi kebakaran melanda TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat akhir pekan kemarin. Insiden ini menghanguskan puluhan lapak pemulung di lokasi kejadian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini.

Kapolsek Bantargebang AKP Ririn Sri Damayanti mengatakan sebanyak 22 lahan atau lapak pemulung yang terbakar. Diketahui, total terdapat 30 lahan milik warga di lokasi.

“Seluruh lahan/lapak yang berada di TKP ada kurang lebih 30 lahan dengan luas kurang lebih 250 m. Milik H. Ganih, dengan cara disewakan oleh pemilik lahan yaitu H Ganih namun yang terbakar ada kurang lebih 22 lahan/lapak, kerugian secara materi belum bisa ditaksir namun ada 4 unit sepeda motor milik penghuni lahan/lapak yang terbakar,” katanya.

Dalam hal ini, Ansor-Banser Kecamatan Bantargebang terjun langsung ke pengungsian untuk menyalurkan donasi yang dikumpulkan dari para donatur dan kader Ansor-Banser, Rabu (23/08/2023).

“Kami dari Ansor Kecamatan Bantargebang menyalurkan donasi berupa nasi kotak untuk makan siang -+ 100 porsi, snack, beras, dan pakaian layak pakai untuk para pengungsi yang mana donasi ini kami kumpulkan dari para kader Ansor-Banser dan donatur,” ungkap Dedi Rosadi selaku koordinator pengumpul donasi.

Rizqi Anggriawan selaku Kasatkoryon Banser Bantargebang pun menyampaikan rasa prihatin untuk para korban kebakaran, semoga donasi yang disalurkan dapat bermanfaat untuk para pengungsi.

“Kami dari Ansor-Banser Kecamatan Bantargebang turut prihatin atas insiden ini, apalagi kejadiannya sehari setelah kita melaksanakan upacara HUT kemerdekaan. Tetap semangat dan bersabar untuk para korban, semoga donasi yang kami salurkan pun bisa bermanfaat buat para pengungsi,” tutupnya.

Rizqi pun menjelaskan bahwa kejadian kebakaran di lapak pemulung hampir sering terjadi ini, perlu menjadi catatan pemerintah agar insiden kebakaran seperti ini tidak terulang kembali.

“Kebakaran di lapak pemulung hampir sering terjadi, bahkan setaun sekali itu pasti ada aja. Ini perlu dikaji dan menjadi catatan pemerintah dan tugas kita bersama agar kedepannya insiden kebakaran seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

Pewarta: M. Taufiq
Editor: Wandi Ruswannur