Abdul Wahab Nursyamsi, KaderGP Ansor Kota Tasikmalaya Kini Telah Tiada

358

Tasikmalaya, Ansor Jabar Online

Kabar duka tengah menyelimuti Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya, setelah salah seorang kader terbaiknya dipanggil sang pencipta. Abdul Wahab Nursyamsi yang merupakan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tasikmalaya telah berpulang pada hari kamis sore (5/10/2023).

Wahab yang juga mantan pengurus IPNU Kota Tasikmalaya ini, ditemukan telah meninggal di kamarnya saat akan dibangunkan untuk shalat asar oleh kelurganya. Sebelumnya Ia tak mengeluh sakit apa-apa, bahkan beberapa kader ansor yang sehari sebelumya sempat bersama-sama, mengaku tak mendengar Wahab mengeluhkan penyakit. Hanya terlihat pucat saja dan selebihnya dia tetap ceria seperti biasa.

“Tak mengeluhkan sakit apa-apa. Malah kami bersenda gurau seperti biasa”, menurut Yuni Anwari, Wakil Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, yang sehari sebelumnya pergi ke Bandung bersama Wahab.

Terpantau, ratusan orang berbondong-bondong takziyah kepada kader NU yang juga sebagai ketua Karang Taruna Kecamatan Cibeureum ini. Bahkan masjid tempat jenazah dishalatkan tidak mampu menampung jamaah yang sangat banyak, sehingga harus bergantian melakukan shalat janazah. Begitu pula saat pemakaman, para pengantar begitu banyak, sehingga jalan di sekitar pemakaman umum terpantau sangat padat.

Dalam pantauan Ansor Jabar Online, di media sosial seperti grup whatsapp GP Ansor, MA IPNU, Pergunu dan Karang Taruna bertebaran ucapan bela sungkawa dan doa terbaik untuk almarhum. Begitu juga di Facebook, postingan para Kader Ansor, alumni IPNU dan warga NU lainnya, soal berita duka ini, dibanjiri komentar kehilangan dan doa-doa untuk almarhum.

Ketua PC GP Ansor Kota Tasikmalaya, H. Ricky Assegaf, menyampaikan bela sungkawa dan menyatakan rasa kehilangan satu kader terbaik GP Ansor Kota Tasikmalaya.

“Sangat Merasa kehilangan, sebagai kader terbaik Ansor di Kota Tasikmalaya. Tapi memang ini sudah menjadi ketetapan Tuhan yang kemudian harus kita terima bersama,” tandasnya.

Pewarta: Asep Deden
Editor: Wandi Ruswannur