HUT ke-78 RI, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bojong Gelar Istighosah dan Nobar Film Perjuangan

99

Purwakarta, Ansor Jabar Online
Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) menggelar Istighosah dan Nonton Bareng (Nobar).

Ketua PAC IPNU Bojong), Yayang M. Hamzah mengatakan, agenda ini dilaksanakan di 2 lokasi, yaitu Istigosah di Majlis Darul Anwar dan Nobar film Merdeka atau Mati dilaksanakan di Tugu Perulu Monumen Perjuangan, Desa Cihanjawar, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Selasa (22/08/2023).

Ia mengatakan, Film Ini menceritakan tentang perjuangan rakyat surabaya dan santri, menjadi salah satu film yang menggambarkan munculnya Resolusi Jihad NU oleh KH. Hasyim Asy’ari.

“Agenda ini merupakan hal yang penting bagi kalangan pelajar khususnya di zaman sekarang, karena bertujuan agar para generasi muda selalu mengingat sejarah bangsanya dan tidak lupa akan perjuangan para pahlawan di masa lampau,” ucapnya.

Ia berharap besar ebagai salah satu generasi muda IPNU dan IPPNU, dengan dilaksanakanya agenda ini bisa menumbuhkan semangat juang.

“Serta menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi terhadap bangsanya agar bisa membangun negara ini dengan cinta terhadap bangsanya sendiri,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam dalam sambutan, Ust. Riyan Haqie, S.Pd selaku Pimpinan Majlis Darul Anwar, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hal yang sangat postif dan memiliki urgensi yang jelas.

“Karena dalam agenda ini di isi dengan kegiatan Istigosah doa bersama bagi pahlawan serta dilanjutkan dengan nonton film perjuangan,” beber Dia.

Lalu ia menyebut, di zaman sekarang memang sangat perlu dilakukan acara seperti ini. Karena dapat meningkatkan jiwa kecintaan terhadap tanah airnya.

“Terlebih bisa menangkal paham paham radikalisme di kalangan pelajar yang saat ini harus selalu dibentengi dengan kegiatan kegiatan yang positif, guna menumbuhkan semangat membangun negara ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Pewarta: Yayang Mukhtapa Hamzah
Editor: Wandi Ruswannur