Sinergitas Ansor Bali-Pecalang dalam giat pengamanan keagamaan

Sinergitas Ansor Bali-Pecalang dalam giat pengamanan keagamaan

Denpasar, pwansorjabar.org – Ratusan masyarakat hadiri dan meriahkan acara Pawai Hias Telur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Minggu 24/11/2019. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan yang digagas DKM Mesjid Attaqwa POLDA Bali.
Acara Pawai Hias Telur ini ditutup dengan Pengajian/ Tabhlig Akbar yang dilaksanakan masih di Mesjid Attaqwa Polda Bali pada jam 20.00 WITA yang diisi oleh Habib Abdul Muthlib Bin Hasan Assegaf.

Pawai Telur Hias ini dilaksanakan pada Pukul 15.00 WITA dengan rute Rute dari Lapangan Lila Buana dan berakhir di Mesjid Attaqwa Polda Bali. Ujar H Yunus Naim selaku Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Bali. Tidak hanya itu, kegiatan pawai ini juga dijaga dan dikawal Banser serta pecalang (Polisi Lokal/Adat Bali Red.) yang secara Historis antara Pecalang dan Banser/GP Ansor sudah sering melakukan pengamanan kegiatan secara bersama-sama baik itu kegiatan sosial keagamaan, maupun kegiatan sosial lainnya. Tambah Yunus.

Selain itu, Bli Yunus (sapaan Ketua GP Ansor Bali) mengatakan bahwa keharmonisan antara umat beragama dalam hal ini Hindu dan Islam di Bali sudah terjalin sejak lama, dan salahsatunya melalui kegiatan ini merupakan implementasi bagaimana Kita (GP Ansor) menjaga dan merawat keharmonisan tersebut. “ Keharmonisan huhungan antara Hindu dan Islam di Bali sudah terjadi sejak lama. Dan kita sebagai Generasi Muda mempunya tangggungjawab utk tetap menjaga dan merawatnya” tutup Yunus.

Sementara menurut AKBP Shobirin Ketua Pelaksana Kegiatan tersebut dilansir dari Kumparan.com mengatakan bahwa Pawai Hias Telur tersebut dilombakan dengan beberapa kriteria yaitu kreatifitas dan keindahannya dan pemenang dari lomba hias telur ini akan diumumkan pada gelaran Tabligh akbar.

Sementara alasan memilih pawai hias telur dalam rangka kegiatan ini AKBP Shobirin menambahkan bahwa selain karena telurnya yang bergizi dan mudah didapat, juga diharapkan secara filosofis menjadi symbol perekat keutuhan/ keharmonisan bangsa.