Refleksi 86 Satu Komando

116

Refleksi 86 Satu Komando

Oleh :  Abdul Aziz (Ketu MDS Rijalul Ansor KEC Cimanggu)

Gerakan Pemuda Ansor telah melewati perjalanan panjang. Dinamika pergulatan yang begitu kompleks telah GP Ansor lewati, baik di masa pra kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Hingga kini, GP Ansor masih eksis dalam menjalankan nilai-nilai ahlusunnah waljama’ah serta komitmen dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ansor sendiri merupakan nama yang disarankan oleh KH. Wahab Hasbullah yang terinspirasi dari nama kehormatan yang diberikan Kanjeng Nabi Muhammad kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan nama tersebut, diharapkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap dan komitmen perjuangan para sahabat nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut.

Sejarah kelahirannya tidak lepas dari Nahdlatul Ulama sebagai rahim kandung GP Ansor dan juga panutan utuh dalam menjaga sanad keilmuan para kader GP Ansor.
Ya, GP Ansor merupakan darah daging Nahdlatul Ulama dan juga darah ideologis Nahdlatul Ulama. Maka sebagai darah ideologis, suatu keharusan untuk tetap menjalankan seluruh ajaran Islam Ahlusunnah Waljama’ah Annahdliyah sebagai syiddah mutlak bagi GP Ansor. Membentengi ulama dalam menjalankan dakwah merupakan kewajiban yang di emban selama ini.

Kita semua tahu, hinaan yang di arahkan selama ini tidak serta merta membuat GP Ansor naik pitam ataupun kendor dalam perjuangannya, namun ketika Ulama dan Kyai mendapat serangan, Gerakan Pemuda Ansor paling depan dan paling lantang membela. Karna kesadaran terhadap ulama sebagai pewaris para nabi telah kukuh didalam sanubari setiap kader GP Ansor. Jika ulama diganggu, maka tradisi ajaran Nabi yang di dakwahkan oleh para Ulama demi kemaslahatan ummat tidak akan sampai dengan semestinya kepada kita semua sebagai ummat Kanjeng Nabi. Maka dari itu, Ulama adala Mutiara yang harus kita jaga bersama, agar risalah itu tetap sampai sehingga kita tidak kehilangan arah dalam mengarungi samudra dunia.

Di usia yang ke 86 ini, GP Ansor terus ada dan mengada untuk membentengi Ulama dan Bangsa. Bravo GP Ansor.