Pesantren Al-Hirziyah, Pesantren Kemandirian Ekonomi, Asuhan Ketua Rijalul Ansor

272

Bandung, Ansor Jabar Online

Pondok Pesantren Al-Hirziyah, adalah pondok pesantren asuhan Ajengan Yadi Nurawaludin Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Cimanggu. bertempat di Desa Cimanggu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.

Pondok Pesantren ini awal berdiri pada Tahun 2018 dengan santri pertamanya hanya 2 orang. Namun di tahun 2019 jumlah santri nya bertambah 75 orang dan sekarang sudah berjumlah 110 orang.

Metode pembelajarannya sama dengan pesantren NU yang lain, yaitu dengan dibagi beberapa kelas.

“karena melihat usia para santri yang bervariatif dari mulai yang belum bersekolah sampai yang sudah kuliahpun ada.” Ungkapnya kepada Wartawan Ansor Jabar Online, Senin (31/07/23).

Menariknya, di pesantren ini, selain dididik ilmu agama, para santri juga diberi pendidikan yang bernama ‘Bina Rupiah.’ Pendidikan ini untuk kemandirian santri setelah mukim dan bermasyarakat.

Ada empat program Bina Rupiah ini

Pertama, Hidroponik. Untuk pemasarannya di tujukan pada intansi-intansi seperti ke kecamatan, puskesmas, dan rumah sakit. Karena untuk wilayah perkampungan, hidroponik ini kurang epektif, selain sudah ada para petani, juga harganya terbilang mahal.

“Untuk hidroponik ini, kami kerjasama dengan Universitas Juanda Bogor, banyak Mahasiswa dari kampus ini yang menetap sampai satu Bulan untuk berbagi ilmu dengan para santri.” Jelasnya.

Kedua, berkebun. Untuk saat ini baru ditanami pare (paria, read Sunda), sebagai contoh saja karena setelah pulang para santri bisa menyesuaikan sayuran atau buah apa yang cocok di tanam di daerahnya masing-masing.

Ketiga, Budidaya jamur. Untuk keilmuan pembudidayaan jamur, ada beberapa santri yang ditugaskan untuk belajar di luar sampai mahir lalu kembali dan mengajarkan pengetahuan tersebut ke santri lainnya.

Keempat Digital printing. 2022 lalu, pesantren menerima bantuan inkubasi kemandirian pesantren dari pemerintah, berupa alat Digital Printing. Sampai saat ini sudah berjalan dengan lancar, laporan pesanan terakhir dari kepala toko, total 2000 picis pesanan yang masuk. Mungkin karena momen yang tepat dengan banyaknya perlombaan di Bulan Agustus.

“Selain untuk bekal nanti ketika sudah bermasyarakat, tujuan program bina rupia ini juga untuk kedepannya bisa membiayai para santri, sehingga biaya santri di pesantren ini bisa gratis.” Katanya, berharap.

Yang tak kalah menariknya, di Pesantren Al-Hirziyah ini terdapat Taman Baca Masyarakat yang sudah berjalan selama empat Bulan lama nya. Walau pun persediaan buku nya masih minim.

Pewarta : Mas’ud
Editor : Ilham Abdul Jabar