Kolaborasi GP Ansor Dengan Kesbangpol Kabupaten Bogor Gelar Madrasah Kader Demokrasi

10

BOGOR – Guna menghadapi tahun politik, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bogor kolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Sekolah politik bagi generasi muda.

Acara tersebut berlangsung di Grand Mutiara Hotel, Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, Rabu (23/03). Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, pemateri KPUD dan Bawaslu serta Komite Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar atau Gus Udin.

“Kegiatan yang dilaksana ini dari pagi sampai malam ini semoga bisa memberikan energi positif bagi sahabat-sahabat, berkaitan dengan wawasan dan demokratisasi yang ada di Kabupaten Bogor,”kata Dhamiry A Ghozaly ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya, Ia mengatakan, sahabat-sahabat yang pada hari ini hadir pada kegiatan pendidikan politik adalah salah satu bagian dari pelaku demokrasi yang ada di kabupaten Bogor.

“GP Ansor secara organisasi yang berkomitmen terhadap kaderisasi, setiap bulannya di tingkat kecamatan, melaksanakan kaderisasi dan kemarin kaderisasi lanjutan yaitu PKL sudah dilaksanakan yang mudah-mudahan bisa diaplikasikan oleh sahabat sahabat di setiap kecamatan,”ujar Dhamiry.

Lanjut sahabat Dhamiry, dirinya mengapresiasi Pemerintah kab. Bogor, yang telah berkolaborasi dengan GP Ansor yang memiliki potensi yang sangat amat besar, berkaitan dengan proses kontribusi untuk pembangunan yang ada di kab. Bogor, termasuk soal demokrasi.

“Sekolah politik itu sangat amat penting, karena kehidupan kita bergantung pada proses kebijakan yang hari ini dilaksanakan oleh para Stakeholder yang ada di kabupaten Bogor, dan proses pembangunan bisa dikontrol oleh sahabat sahabat sekalian, “paparnya.

Sementara itu, Gus Udin sebagai selaku pemateri pada sesi kedua menyampaikan, GP Ansor yang memiliki nilai kuat dan tekat yang kuat dalam membangun demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, dalam kontek kita yang ingin membangun demokrasi yang kuat. Gus Udin pada tahun 2013 hingga tahun 2015, dalam kontestasi demokrasi, saat itu bagaimana cara berdemokrasi di Malaisia.

“Jika berbicara demokrasi dikita relatif aman. Berbicara di Malaisia saat itu, ternyata sistem demokrasi yang masi ada ini orang ini misalnya. Begitupun di Mianmar dan Tailan, pada tahun 2009, dalam mendalami demokrasi di Asia Tenggara dan Jepang,”paparnya.

Saat it, Gus Udin, demokrasi dikita lebih maju didalam indek lebih maju dan kedewasaan demokrasi lebih maju, tapi nilai nilai yang merusak dikarnakan adanya pemilik modal, yang bukan kader partai tapi dia memiliki modal itu bisa maju.

“Ini sebetulnya yang menjadi PR kita bersama, tapi yang saya ingin mengajak kepada sahabat sahabat adalah peran kita begitu setrategis, sebagai penyelenggara Negara, baik sebagai kontestan, maupun sebagai pemilih dan pemerhati memiliki peranan besar dalam membangun demokrasi di kita,”pungkasnya. (Aji/Yan)