Kesadaran Perempuan Harus merdeka sejak dalam pikiran

106

Oleh: Unay (Pegiat Isu Gender dan Perempuan)

Tidak bisa di pungkiri bahwasanya kita harus merdeka sejak dalam pikiran. Budaya patriarki telah membawa anak perempuan menjadi pasif dan tidak berguna.

Kenapa dibilang begitu, karena satu langkah yang perempuan lakukan adalah tidak berarti. Berbeda halnya dengan laki-laki bahkan ada istilah (panjang langkah) buat laki-laki, lantas kenapa istilah tersebut tidak subur di kalangan perempuan.

Tentu teruntuk perempuan yang sadar hal semacam ini bisa menjadi persoalan karena ada ketidakadilan pemaknaan istilah yang hanya dituju pada satu gender saja.

Menyadari berbagai pengalaman biologis dan sosial baik laki-laki maupun perempuan perlu di cermati dengan bijak, apakah pengalaman sosial laki-laki relevan dengan yang dirasakan perempuan.

Dari mulai stigma, marjinalisasi, beban ganda, subordinasi bahkan sampai kekerasan apakah laki-laki mengalami pengalaman itu? kan tidak yang dialami perempuan secara sosial adalah valid.

Berbicara stigma sudah banyak perempuan yang memgalami stigmatisasi dari mulai stigma janda, stigma, perempuan lajang, perempuan karir bahkan stigma antara perempuan yang melahirkan caesar dengan lahiran normal.

Ini tentu jadi persoalan yang terus kian subur diantara sesama perempuan, lantas kesadaran apa yang perlu di bangun sesama perempuan agar bisa keluar dari stigma yang sangat sangat merugikan perempuan.

Beban ganda yang sering kali tidak hanya dirasakan oleh ibu yang bekerja, juga dirasakan oleh perempuan lajang seolah-olah perempuan lajang adalah seseorang yang boleh di eksploitasi tenaganya dengan dalih “tidak mempunyai beban”.

Padahal perempuan lajang bukan berarti seenaknya di bebankan pekerjaan yang melebihi kapasitas nya, tentu ini tidak profesional tidak melihat perempuan sebagai subjek penuh kekerasan juga sama suatu hal yang hari ini tidak luput dari pembahasan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan.

Mungkin hamir 90% perempuan pernah mengalami kekerasan dari mulai yang ringan Catcall sampai pada Femisida, ini mengerikan, lantas ada apa dibalik ini semua, apakah masyarakat menormalisasi hal ini? atau memang sistem sosial yang bermasalah tadi idealnya untuk menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat juga harus mendukung secara penuh keadilan hak-hak atas perempuan.

Hak untuk merasa aman, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, hak untuk mendapatkan sanitasi yang baik, dan hak-hak lainnya yang belum terpenuhi
jadi kesadaran harus dimulai sejak dalam pikiran tetapi kesadaran ini juga tidak bisa dengan bergerak sendirian harus dgn kolektif laki-laki dan perempuan saling.