Geliat NU di Ranting Sukasenang

62

Nahdlatul Ulama sebagai Badan Hukum Perkumpulan yang bergerak dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial merupakan salah satu organisasi (Perkumpulan) terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Ranting NU Sukasenang yang terletak di Desa Sukasenang, Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Jawa Barat, adalah salah satu ranting yang belum lama terbentuk namun terbilang progresif dalam berbagai kegiatannya. Dengan Skuad Ajengan Icang sebagai Rais, Ustad Aam sebagai Katib, Ustad Deni sebagai Ketua dan Ustad Iwa sebagai Sekretaris, Ranting NU Sukasenang telah rutin melaksanakan berbagai kegiatannya demi khidmat kepada umat khususnya di wilayah desa sukasenang.
Baru baru ini, Minggu, 30 Oktober 2022 M/4 Rabiul Akhir 1444 H, di Aula Kantor Desa Sukasenang dihadiri oleh Kepala Desa Sukasenang, Pengurus Ranting NU dan Banom, Ranting NU Sukasenang sukses melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pembekalan Perkumpulan. Hadir sebagai nara sumber, Ketua MWCNU Bayongbong, Ajengan Asep Ahmad Saepudin (Ajengan Asep), KH. Aceng Malky, T Mimar S.Sos yang familier dengan panggilan Ceng Malky, beliau adalah Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Faizien Cikedokan Bayongbong Garut yang juga tercatat sebagai Pengurus Pusat Rijalul Ansor. Dengan mengusung semangat tema “Merawat Ummat, Membangun Peradaban”, Ajengan Asep memaparkan bagi warga NU, ber NU itu tidak hanya sekedar amaliyah semata, namun Harakah, Fikrah, dan Ghirohnya wajib selaras dengan cita-cita para Muassis NU yang tertuang dalam Qonun Asasi dan kitab-kitab yang sudah ditulis oleh para pendiri NU dan tentunya wajib sejalan dan sinergi dengan yang digariskan PBNU sebagai Tingkat Kepengurusan tertinggi dalam Perkumpulan Nahdlatul Ulama. Ajengan Asep juga mengintruksikan kepada Ranting NU Sukasenang untuk senantiasa Intens berkomunikasi dan ikut serta mensukseskan kegiatan yang dilaksanakan oleh MWCNU Bayongbong.
Ceng Malky yang sangat mumpuni dan berpengalaman diberbagai organisasi terutama organisasi keNUan memaparkan secara runut, jelas dan gamblang tentang sejarah berdirinya Nahdalatul Ulama hingga menjadi Organisasi (Perkumpulan) Terbesar di Indonesia. Yang dimulai dari berdirinya organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air, Kemudian Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar, Kemudian Kelompok diskusi Tashwirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran yang juga disebut sebagai Nahdlatul Fikr atau kebangkitan pemikiran, Kemudian Nuhudlul Ulama yang berarti kebangkitan ulama, dan terbentuklah Nahdlatul Ulama hingga kini. Ceng Malky juga memaparkan tentang peran yang melatarbelakangi dibentuknya Komite Hijaz sebagai respons dari berbagai problem keagamaan, peneguhan mazhab, serta alasan-alasan kebangsaan dan sosial masyarakat. Komite Hijaz juga berhasil memperjuangkan pelestarian warisan-warisan kebudayaan dan peradaban Islam yang diperjuangkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. “BerNU itu untuk memperkuat Ibadah, Ubudiyah dan memperkuat adat istiadat Kita, Jadi BerNulah dengan cara-cara sukasenang, tetap dengan gaya sukasenang yang senantiasa menjaga dan memelihara adat istiadat dan budaya Sukasenang”, Ujar Ceng Malky.
Sebagai Warga Desa Sukasenang, Heri Kuswara yang juga aktif di Pergunu Pusat, merasa sangat bahagia dan bangga terhadap eksistensi Pengurus Ranting NU Sukasenang, dengan segala pengorbanan dan keikhlasannya mencurahkan perhatian dan pengabdiannya untuk kepentingan dan kemaslahatan warga sukasenang. “Apresiasi tiada terhingga kepada Ranting NU Sukasenang, yang baru seumur Jagung telah sukses melaksanakan berbagai aktifitas keummatan, pertahankan dan terus tingkatkan”, Ujarnya
Dalam sambutannya, Endang Deni selaku Ketua Ranting NU Sukasenang, mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Para Nara Sumber, Kepala Desa Sukasenang dan Pengurus Ranting NU dan Banom yang telah hadir, “Ini adalah moment terbaik untuk meningkatkan ghiroh keNUan kami mengabdi ummat khususnya didesa sukasenang”, Ujarnya.