PK PMII STKIP NU Indramayu Sukses Laksanakan PKD III Tahun 2021

PK PMII STKIP NU Indramayu Sukses Laksanakan PKD III Tahun 2021

Indramayu – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (PK PMII STKIP NU) Indramayu sukses melaksanakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) III tahun 2021, dengan tema Maturitas Kaderisasi Menghadapi Arus Dunia Intelektual.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 26 hingga 28 November 2021, bertempat di Aula Yayasan Darul Ma’arif, Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Acara dibuka langsung oleh Ketua STKIP NU Indramayu, Tobroni.

Pada kesempatan itu, Tabroni mengatakan, bangsa yang maju adalah bangsa yang disiplin dalam segala hal, termasuk juga disiplin dalam agenda Kaderisasi.

“Khususnya PKD ini harus menjadi agenda tetap untuk PK PMII STKIP NU Indramayu sebagai bentuk konsistensi memberdayakan mahasiswa baik intelektual maupun gerakan,” katanya.

Dewi Raudlatul Jannah, mewakili Ketua Komisariat PK PMII STKIP NU Indramayu, Roiyatun menjelaskan, bahwa Tema Kaderisasi yang diusung dalam kegiatan tersebut sangat relevan, karena menurutnya, mahasiswa dihadapkan dengan arus intelektual yang sangat cepat yang juga menuntut untuk bergerak dengan cepat.

“Kaderisasi harus melakukan banyak grand desain untuk beradaptasi dengan kebaruan zaman dan arus intelektual,” jelasnya.

“Dengan adanya PKD ini diharapkan kader Mujahid menjadi pioner gerakan di berbagai leading sektor dan siap baik mental maupun intelektual,” harapnya.

Isnan Ali Musthafa mewakili PC PMII Indramayu dalam sambutannya menyampaikan, PK PMII STKIP NU Indramayu adalah Komisariat yang hari ini terus konsisten dalam agenda-agenda kaderisasi.

“PK PMII STKIP NU Indramayu turut membangun militansi kader khususnya di Jawa Barat, dan berkontribusi besar dalam pembangunan nalar kritis transformatif yang bertahan di era disrupsi ini,” ujarnya.

Sementara, KH Ahmad Sayuti yang saat itu turut hadir dalam sambutannya mengungkapkan, kesuksesan kader terhadap organisasi harus dibuktikan dengan kecintaan dan keseriusan terhadap organisasi, kemudian diimbangi dengan proses yang keras dan khidmat terhadap perjuangan.

“PMII harus berbeda dengan mahasiswa yang lain, karena pendidikan di PMII adalah pendidikan kompleks yang mencakup semua hal, maka kader PMII tidak boleh menjadi biasa-biasa saja,” ungkapnya.