Tingkatan Persahabatan

34

Oleh : Abdul Hajad

Islam merupakan agama sempurna dan paripurna mengatur semua sendi-sendi kehidupan manusia dari bangun tidur sampai tidur lagi dalam 24 jam diatur secara baik.

Begitupun dalam interaksi sosial kepada sesama baik dalam bermasyarakat, bertetangga, bergaul ataupun pertemanan didalam suatu organisasi semua ada didalam ajaran Islam.

Penulis familiar mengenal ada istilah ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwan wathoniyah. Penulis akan coba memfokuskan pembahasan tentang istilah ukhuwah islamiyah yang artinya persaudaraan sesama muslim.

Dalam Islam ada 4 hirarki atau tingkatan dalam ukhuwah islamiyah atau persahabatan antar sesama muslim yaitu Ta’aruf (Saling mengenal), Tafahum (saling memahami), Takaful (saling membantu) dan Itsar (mendahulukan orang lain).

Dalam redaksional hadis berbunyi “Belum sempurna keimanan seseorang jika ia belum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”

1. Taaruf (saling mengenal)

Taaruf merupakan fase awal yang sangat menentukan. Kebanyakan dari kita selama ini banyak terjebak difase ini. Padahal fase ini adalah awalan yang jauh dari kata sempurna. Banyak dari kita terjebak dan tidak sadar klo persahabatan kita stag difase ini. Kenal disini bukanya hanya sekedar tahu profil singkat sahabat kita tapi lebih jauh dri itu harus lebih dalam dan lebih luas. Difase ini kita harus mengenal sahabat kita baik karakternya,asal sukunya, latar belakang pendidikan formal/informalnya, keluarganya, pergaulannya, lingkungan, riwayat pekerjaan dan organisasi yang pernah digeluti. Maka ketika awal berkenalan dengan siapapun harus dimaksimalkan dengan saling bertukar informasi tentang diri pribadi masing2 dan saling menyelami. Karena fase ini merupakan patokan sukses atau tidaknya naik ke tingkatan ke 2 yaitu Tafahum.

2. Tafahum (Saling Memahami)

Ketika fase pertama sukses maka akan dengan sendirinya fase kedua muncul secara fitrah (alami). Karena sudah saling mengenal luar dan dalam akan timbul sikap dan sifat saling memahami individu satu sama lain di antara sahabat. Dari sinilah tidak akan ada istilah baperan, berprasangka buruk, lebay ngambek, emosional, saling menghasut, fitnah dan lainnya yang bisa memutus tali silaturahmi dan persahabatan.

3. Takaful (Saling memberi dan berbagi)

Ketika sudah saling mengenal dan saling memahami maka fase ini tinggal mengikuti dengan sendiri. Seperti bercocok tanam tinggal memanen aja. Sahabat yang sudah saling mengenal dan memahami otomatis akan timbul rasa saling peduli dan berbagi baik suka maupun duka. Tidak ada lagi sifat dan sikap yang mengedepankan individualisme, hedonisme, apatisme dan pragmatisme.

4. Itsar (Mendahulukan orang lain)

Fase ini tahapan tertinggi dalam persahabat yaitu mendahului kepentingan orang lain. Persahabatan yang sudah ada di fase ini layak sebut sebagai sahabat sejati. Mengerti dan memahami prioritas kebutuhan dan kepentingan yang sifatnya untuk kebaikan bersama dalam persahabatan. Saling mengalah dan saling mendahulukan keperluan orang lain. Inilah yang dilakukan para sahabat dizaman Rasulullah SAW.

Jika 4 tingkatan ini dipraktekkan dalam kehidupan sehari baik dimasyarakat ataupun didalam organisasi maka bisa dipastikan akan terbentuk situasi dan kondisi yang harmonis dan sinergis. saling silih asah silih asuh dan silih asih. Demikian, wallahu’alam.

Abdul Hajad (Ketua PAC GP. ANSOR Parungpanjang)