PMII UIN Gelar PKD, Kang Deni: Kader PMII harus Mengimani Sains

308

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Cabang Kabupaten Bandung Gelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII yang akan berlangsung selama 4 hari (30/01-02/02) di Yonzypur Dayeh kolot kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut di ikuti oleh 46 peserta dari 14 Cabang di Jawa Barat. Jumat (31/01) 17.20 WIB.

Pendidikan Kaderisasi tersebut mengangkat tema “Konstruk Gerakan PMII dalam menyikapi Hegemoni Pasar Global”.

Persoalan Hegemoni Pasar Global oleh Imprealis telah menjadi salah satu topik pembicaraan menarik yang menghiasi diskursus mutakhir di indonesia. Ketua Komisariat PMII UIN SGD Bandung Muhammad Ghani As-Syauqi berharap dalam PKD ini agar kader PMII menjadi solusi atas berbagai persoalan yang di hadapi bangsa indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

“Saya berharap pada PKD ini, kader PMII harus menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, salah satunya dalam menghadapi Hegemoni Pasar Global yang mempengaruhi segala permasalahan yang ada di negara ini” ujar Ghani.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua Pengurus Wilayah Anshor Jawa Barat (PW Anshor Jabar) Deni Ahmad Haidar sebagai pemateri dalam mengulas “Peta Gerakan Islam di Indonesia”.

Pada kesempatan tersebut kang Deni Haidar membahas tentang keimanan yang meliputi dari 3 unsur: Hati, Lisan dan Tindakan. Setiap tindakan ber-iringan dengan kehendak Tuhan. Kita mengimani terhadap Tuhan yang Maha Abstrak, namun terkadang kita tidak mengimani terhadap ke abstrakan sains yang masih bisa di hitung. Kader PMII harus bisa mengimani sains sebagai solusi dalam menghadapi bonus demografi Indonesia yang akan datang. Dalam Bonus Demografi tersebut Jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibanding penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Selain itu, Kang Deni menyampaikan kepada peserta PKD  kader PMII harus selalu menjadi penggerak. “Jangan sampai ketika di Kampus aktif Progres di PMII, namun ketika pulang ke rumah, tidak bergerak aktif di organisasi atau masyarakat, kader PMII harus responsif dalam menyikapi semua kejadian yang terjadi,” pesannya. (Penulis Shona Azi)