Pergunu Subang Siap NU-kan Guru-guru

243

SUBANG – Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari Senin (25/11/2019) menjadi mementum untuk meng-NU-kan guru-guru di Kabupaten Subang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Subang, Abdul Wahab.

“Bahwa saat ini banyak guru mengaku dirinya terafiliasi dengan NU. Tapi, dirinya belum mengerti apa NU itu sendiri,” ujar Wahab.

Dikatakan, ketidak mengertian tentang NU itu dilatarbelakangi oleh masih banyaknya orang yang mengaku NU, tapi tidak sefaham dengan organisasi NU itu sendiri.

“Bahkan cenderung cuek, apatis dan tidak peduli dengan kondisi NU. Ada juga yang tidak fatsun dengan garis-garis perjuangan NU itu sendiri,” paparnya.

Dirinya menegaskan, setelah nanti gurunya sudah NU, maka tugas guru bisa meng-NU-kan siswa-siswinya supaya bisa faham apa itu NU.

“Yang jelas, saya bertekad ingin menyebarkan Aqidah Ahlussunnah Waljama’ah an-Nahdliyah di lingkungan pendidikan. Mudah-mudahan bisa merambah ke jenjang pendidikan umum,” jelasnya.

Sementara, Anggota Pergunu Subang, Hamdan Fuadi Rofi menegaskan, peringatan Hari Guru Nasional ini harusnya jadi mementum untuk meningkatkan kualitas sebagai seorang guru.

“Meskipun dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, keberadaan seorang guru sangat berperan dalam meningkatkan kulitas sumberdaya manusia. Artinya, proses menuju peningkatan sumberdaya manusia itu harus berbanding lurus dengan peningkatan sumberdaya seorang gurunya juga,” kata Hamdan.

Salah satu peningkatan kualitas SDM itu, lanjut Hamdan, tentunya seorang guru itu harus bisa memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya.

“Jangan sampai seperti istilah Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari. Artinya posisi guru disini sangat vital untuk memberikan kulaitas dirinya agar dicontoh oleh murid-muridnya,” pungkasnya. (Ade Mahmudin)