Mengetuk Pintu Langit Langit dengan Lantunan Ratiban dan Pembacaan Kitab Maulid Simthuddurar

Mengetuk Pintu Langit Langit dengan Lantunan Ratiban dan Pembacaan Kitab Maulid Simthuddurar

Pada hari Minggu (6-6-2021), PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan pengajian bulanan dengan lantunan ratiban dan pembacaan kitab maulid simthuddurar.

Bertempat di Madrasah Jama’ah Qur’an (JamQu) Tanjungsari, para kader Ansor Tanjungsari melakukan kegiatan pengajian ini dengan niatan “ngaruwat” lembur serta mendoakan daerah khususnya Tanjungsari, umumnya Sumedang dan Indonesia, agar menjadi daerah yang dulunya “bermental maling menjadi bermental eling dan merombak semangat bajingan menjadi semangat ajengan”.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Dzikir dan Sholawat Rizalul Ansor Tanjungsari dan dipimpin langsung oleh Ust. Sufyan Tsauri selaku pembina Rijalul Ansor.

Seperti dilansir oleh NU Online (“Ratibul Haddad: Sejarah, Penyusun, dan Keutamaanya”), salah satu dzikir yang sering dibaca oleh kalangan masyarakat Muslim secara luas adalah Ratibul Haddad. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad. Beliau merupakan seorang mujaddid (pembaharu) di masanya. Karya tulis beliau terbilang cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru dunia, di antaranya adalah an-Nashaih ad-Diniyah, Risalah al-Mu’awanah, an-Nafais al-‘Alawiyah fi al-Masa’il as-Shufiyah.

Ratibul Hadad disusun pada tahun 1071 Hijriah, bermula ketika para pemuka Hadramaut merasa khawatir akan masuknya kelompok Syiah Zaidiyah di wilayah Hadramaut. Mereka khawatir aqidah Syiah Zaidiyah akan mempengaruhi terhadap keyakinan orang awam yang sejak lama berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang telah diajarkan oleh para Salafus Shalih. Berdasarkan hal ini, mereka menghadap kepada al-Qutb Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad agar diberi bacaan supaya hal yang mereka khawatirkan tidak terjadi. Beliau pun menuliskan wirid yang nantinya dikenal dengan nama Ratibul Haddad ini. Semenjak saat itu, bacaan Ratibul haddad banyak dibaca di berbagai tempat di berbagai belahan dunia, sampai saat ini.

Maulid simthuddurar sendiri—biasa dikenal dengan sebutan maulid Al-Habsyi—yang mengacu pada nama pengarangnya yaitu Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. Maulid ini diperkenalkan ke Tanah Air oleh Habib Ali Kwitang Jakarta dan Maulid ini termasuk Maulid yang populer dibacakan oleh masyarakat muslim di Indonesia.

Dalam sambutannya, ketua GP Ansor Tanjungsari Ahmad Nashiruddin menyatakan nada optimis nya untuk mengawal program-program Ansor Tanjungsari ke depannya. “Saya sangat bangga melihat semangat dan kontribusi nyata dari semua kader Tanjungsari, mudah-mudahan semangat ini tidak luntur untuk tetap menegakkan ajaran Aswaja di Tanjungsari,”tutupnya. (MHI)

comments