Dhamiri : Belajar dari Kasus Wiranto, Masyarakat harus lebih waspada

103

Riuh media sosial membahas terkait seorang mentri yang menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan oleh oknum ormas terlarang. Tragedi yang tidak hanya mengarah kepada sang mentri, namun juga kepada Kapolsek yang saat itu sedang mengawal sang Mentri.

Media sosial ramai, muncul hagstag pro dan kontra. Ada yang simpati sambil mengutuk sang pelaku penusukan, ada juga yang mengaggap ini semua settingan dengan niat mempertahankan posisi dan kekuasaan.

GP Ansor Kabupaten Bogor menilai bahwa kejadian ini adalah benar-benar peristiwa yang sangat serius. Dimana, pemikiran radikal dan anarki sudah sangat menyebar dan semakin mengkhawatirkan. Pencobaan pembunuhan sang mentri menjadi warning up, bahwa mereka sudah harus benar-benar jangan diberi tempat.

Pemerintah Pusat juga Daerah harus mulai bebenah, untuk memecat karyawannya dari tempat mereka bekerja. Para pemilik perusahaan yang terpapar pemikiran radikalpun harus mulai dipersulit ijinnya. “gunanya apa? Untuk menutup keran keuangan. Mereka butuh anggaran, dan biasanya anggaran mereka diambil dari anggotanya yang bekerja maupun usaha”. Ujar Dhamiri, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor.

“saya melihat persoalan ini sudah sangat serius, ormas-ormas radikal sudah merajalela dan menjadikan orang-orang pemerintah sebagai target sasaran tembak, jika pemerintah tak tegas dan membiarkan ini semua. (maka) sel-sel jaringan mereka yang sedang tidur akan kembali bangun. Pemerintah harus peka”. Tambah pria dengan nama asli Dhamiri Ahmad El-Ghazali ini.

Kader GP Ansor dimanapun terkhusus di Kabupaten Bogor, harus mampu dan mau membantu pemerintah dan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan permasalah ideologi. Terlebih ideologi yang akan merongrong Pancasila dan NKRI. Juga meminta masyarakat untuk lebih hati-hati dan waspada.(Azizian)