TAHLIL HARI KE 7 TOKOH NU K.H MUSTAFIDZ RAHMAN/BUYA

128

TAHLIL HARI KE 7 TOKOH NU K.H MUSTAFIDZ RAHMAN/BUYA

Kepala SMK Nahdlatul ‘Ulama Krangkeng Kabupaten Indramayu Amin Hidayat, S.Psi., S.Sos., M.Si mengatakan, wafatnya KH. Mustafidz Rahman atau yang biasa dipanggil Buya Mustafidz merupakan duka, kita merasa kehilangan salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang semasa hidupnya mengabdikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta, menjadi pengasuh Pondok Pesantren Salafi Al-Huda Klakah Patokpicis Wajak Malang.

Buya Mustafidz asli kelahiran desa kaplongan Indramayu

Salah satu tokoh NU di Jawa Timur, Buya Mustafidz juga sebagai seorang negarawan dan agama yang peduli persatuan dan keutuhan bangsa.

“Warga Jawa Timur khususnya warga NU pastinya akan merasa kehilangan putra terbaiknya, karena beliau termasuk tokoh NU, termasuk tokoh nasional, tokoh plural dan negarawan,”

Pertama kali mendengar kabar duka dari salah satu group WhatsApp alumni & santri pondok pesantren al-huda. Kita kaget dan berduka atas wafatnya sang guru bangsa, pengasuh pondok pesantren tempat kita belajar.

Semenjak tahun 1999 kita mengenal Buya Mustafidz Rahman selain sebagai guru, kyai, juga sebagai orang tua yang bijak

Yang paling terkesan dengan dari almarhum konsistensi, semangat almarhum dalam menjaga shalat berjama’ah, menjaga silaturrohim dengan siapapun, spirit persatuan dan pluralisme. Buya Mustafidz tidak pernah memandang perbedaan golongan dan agama apapun dalam bergaul.

Kita turut mendoakan almarhum, alumni & wali santri Kabupaten Indramayu menggelar salat gaib, melaksanakan tahlilan di musholla, masjid dengan para jamaahnya.

“Semua alumni & wali santri Indramayu diinstruksikan untuk menggelar salat gaib & tahlilan

comments