Satukan Visi, Pemuda Muhammadiyyah Silaturahim ke Ansor Jabar.

Satukan Visi, Pemuda Muhammadiyyah Silaturahim ke Ansor Jabar.

Ketua Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat, Reza Arfah bersilaturahmi ke Kantor PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung no. 9. (13/3). Reza hadir bersama Sekretaris dan Bendahara Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat.

Reza Arafah terpilih sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah pada Desember 2019 di Tasikmalaya.

“Saya baru saja terpilih sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyyah, dan tentu saya ingin bersilaturrahim dengan Gerakan Pemuda Ansor karena Saya yakin memiliki visi yang sama,” ujarnya.

Reza melihat Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat dan Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat memiliki isu yang sama terkait isu di Jawa Barat.

“Seperti kita ketahui bahwa sampai hari ini Propinsi Jawa Barat rangking ke 3 propinsi dengan tingkat intoleransi yang tinggi. Yang pertama Aceh,” ujarnya.

Intolernsi dalam pandangan Reza, adalah pintu masuk terorisme, ketika sudah bereskalasi dengan disertai kekerasan.

“Awalnya merasa benar sendiri, bullying, body shaming. Saya betul betul merasakan hal tersebut. Apalagi ketika pilpres 2019 kemarin. Antara keluarga saja saling tidak sapa dan saling blok di media sosial,” ungkapnya.

Reza melihat ada 4 hal pokok yang menjadi issu strategis yang ingin di sharing dengan Gerakan Pemuda Ansor.

“Pertama, soal dakwah di media sosial. Kedua, soal ketahan pangan. Ketiga, Fenomena startup dan posisi kita sebagai kontrol pemerintah,” ujarnya.

Untuk waktu yang dekat, Reza mengajak adanya kegiatan bersama antara Ansor Jawa Barat dan Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat.

“Kalau bisa sebelum puasa lah, kita nonton bareng film 2 Ulama. Film yang bercerita perjuangan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asyari. Pesannya, kita bisa perlihatkan kepada halayak bahwa kita bersatu,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemud ansor Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar menyambut baik dan bahagia kedatangan Ketua Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat.

Senada dengan Ketua Pemuda Muhammadiyyah Jawa Barat, Deni melihat Propinsi Jawa Barat masih memiliki persoalan terkait radikalisme dan intoleransi.

“Saya sepakat dengan Ketua Reza. Tadi soal pangan, bagaimana kita bicara soal isu intoleransi dan radikalisme tapi ternyata masih banyak kemiskinan. Soal ketahanan energi juga,” katanya.

Dakwah dalam pandangan Deni, akan lebih kuat dan akan berhasil apabila disertai dengan tindakan nyata.

Hadir Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Jawa Barat, Yudi Nurcahyadi dan Sekretaris Ansor Kabupaten Garut, Idham Kholid.

comments