Ribut Data Bansos Pemprov Jabar, Komandan Banser : Quick Respon itu Preeeet….

1130

Carut marutnya pembagian dana bantuan sosial pandemi covid-19 di Jawa Barat akibat dari tidak adanya data rujukan yang kapabel. Inovasi yang selama ini digembar gemborkan oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat hanya isapan jempol belaka.

Hal tersebut dikatakan Yudi Nurcahyadi, Kepala Satkorwil Banser Jawa Barat disela sela rapat daring untuk membahas peran Pemprov Jawa Barat menangani Pandemi Korona. Selasa (28/4/2020).

“Hari ini RW se Jawa Barat difasilitasi Handphone android. Tapi nyatanya koordinasinya kan tidak berjalan. Artinya inovasi yang senantiasa didengungkan oleh pemprov Jabar, ya tidak berjalan dengan baik,” ujar Yudi.

Yudi juga menyoroti Jabar Quick Response yang bahkan tidak tahu apa fungsinya.

“Saya juga lihat itu di media sosial. Jabar Quick Response hanya program seolah olah saja,” katanya.

Yudi meminta RK agar memperbaiki pola koordinasi lintas sektoral. Serta koordinasi dengan Bupati atau Walikota.

“Soal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), gak selesai selesai itu,” ungkap Yudi.

Tidak hanya itu, Yudi juga menyoroti tingkah laku para Kepala Daerah yang terkesan Pansos.

“Pandemi Covid jadi seolah olah ajang daerah pamer. Seolah olah mereka kerja. Padahal dibahas potensi konflik horizontal nyata dan terjadi. Kenapa, karena pemberitaan begitu massif. Padahal teknis nya amburadul,” katanya.