Percepat Guru Besar IAIN Lhokseumawe Gelar Bimbingan Teknis PAK LK/GB

Lhokseumawe—Dalam rangka mendorong percepatan lahirnya guru besar (professor), IAIN Lhokseumawe menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sistem Perhitungan Angka Kredit Dosen pada Rabu (11/05) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Dr. Danial, M.Ag mengatakan para dosen di lingkungan kampus harus terus meningkatkan posisi akademik dari jabatan lektor ke lektor kepala maupun guru besar.
Saat ini lanjut Danial, IAIN Lhokseumawe memiliki 191 dosen terdiri dari 66 berpangkat lektor dan 14 lektor kepala, tersebar di 4 Fakultas dengan 18 jurusan/prodi S1 dan 4 prodi pada S2.

Doktor Universitas Gajah Mada ini menegaskan pengembangan kampus, salah satunya dilihat dari atmosfer akademik dan profil dosen dalam karya tulisnya. “Karya ilmiah yang dimuat pada jurnal bereputasi internasional menjadi salah satu hambatan menjadi professor”, kata Danial.

Untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam penulisan karya tulis ilmiah, lanjut Danial, IAIN Lhokseumawe telah mendirikan Ruang Epistimologi Dosen yang tersedia di setiap fakultas.

“Ruang Epistimologi Dosen adalah wadah diskusi, latihan ilmu pengetahuan guna mempertajam nalar dan intelektualitas para dosen, yang dapat diekpresikan dalam bentuk tulisan dan dapat diterbitkan di jurnal bereputasi nasional dan internasional,” terang Alumni UIN Sunan Kalijaga ini.

Dihadapan para dosen, Danial menegaskan untuk pengembangan institusi, kami pimpinan IAIN selalu terbuka dan akan mengakomodir kebutuhan yang dapat menunjang posisi akademik, khususnya tentang kenaikan jabatan fungsional.

Hadir pembicara kegiatan Bimtek PAK LK/GB, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag, M.Si dan Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (DIKTIS), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Ruchman Basori.

Abdul Mujib menerangkan syarat-syarat LK dan GB yang baginya sangat mudah. “Syarat khusus berupa jurnal bereputasi internasional sekan menjadi momok para pengusul guru besar, padahal menulis adalah menjadi kebiasaan para dosen”, katanya.

Terkait jurnal internasional Mujib menyarankan agar memilih kredibilitas jurnal, kualitas karya ilmiah dan tentu sitasi.

Sementara itu Kasubdit Ketenagaan Ruchman Basori, mengatakan saat ini terbuka lebar kesempatan para dosen untuk menjadi lektor kepala dan guru besar, apalagi bidang rumpun ilmu agama karena sekarang menjadi kewenangan Kemenag.

“IAIN Lhokseumawe adalah PT yang sedang tumbuh berkembang, harus didukung dengan banyaknya professor untuk menopang tadisi akademik dan daya saing”, ujar Ruchman.

Kegiatain Bimbingan Teknis LK/GB dihadiri oleh 80 dosen dan dihadiri para pimpinan IAIN Lhokseumawe, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Iskandar, S.HI., M.S.I, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Darmadi, S. Sos,I., M.Si, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Al. Husaini M. Daud, S. Ag., M.A., Direktur Pascasarjana Syahrizal, S.Ag.,M.Ag., Ph.D dan Para Dekan.(AR/RB)