Pengamat: Perbaiki Dulu Kolaborasinya, Baru Bicara Ekonomi!

55

Pengamat: Perbaiki Dulu Kolaborasinya, Baru Bicara Ekonomi!

Pengamat ekonomi yang juga Kordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta, Dianta Sebayang menyampaikan jika dalam kondisi “new normal” ini, diperlukan fokus dalam menyelesaikan masalah covid-19. Menurutnya, lebih baik saat ini pemerintah konsentrasi menyelesaikan masalah kesehatan, baru selanjutnya bicara ekonomi.

“Bicara ekonomi itu butuh stabilitas. Mulai stabilitas kesehatan, stabilitas politik, baru ekonomi,” kata Dianta, dalam Halaqoh Virtual 1.0: Dunia Pasca Pandemi Covid-19, Perspektif Ekonomi dan Ketahanan Negara, yang diselenggarakan oleh PC Ansor Kabupaten Sumedang, Sabtu (16/5) malam.

Lebih jauh, Dianta berpendapat jika komunikasi mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah harus diperbaiki. Jangan sampai antara pemerintah pusat dan daerah tidak sejalan. Hal ini akan menyulitkan dalam penenganan covid. “Butuh koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dalam penenganan covid,” imbuhnya.

Perihal komunikasi, Dianta mengapresiasi langkah yang diterapkan oleh GP Ansor. Menurutnya, Ansor telah memberi contoh sebagai oraganisasi kepemudaan yang memiliki satu komando tegas.
“Sampai hari ini, Ansor yang bisa menjalankan fungsi ini, satu komando. Tingkat kedisiplinan kader juga sangat baik. Dari pusat sampai ranting. Ketika ada instruksi dari Gus Yaqut untuk terjun ke masyarakat membantu penyemprotan disinvectan, dari pusat sampai ranting semua bergerak,” katanya.

Terkait masalah ekonomi, Ia berpesan agar pemerintah membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Karena menurutnya, UMKM adalah roda penggerak utama dalam ekonomi Indonesia. Sehingga perlu diperhatikan secara serius.

“Dampak ekonomi juga mengenai kader kita, yang kerja di sektor UMKM. Maka ini sangat penting untuk diselamatkan oleh pemerintah. Jangan sampai anggaran yang seharusnya bisa digunakan membantu UMKM, malah dihabiskan untuk pelatihan online prakerja yang anggarannya trilyunan,” katanya.

Pandemi ini harus dijadikan pembelajaran untuk kemandirian bangsa. Menurutnya, jangan sampai Indonesia terlalu bergantung pada asing, sehingga akan kerepotan pada saat terjadi wabah seperti hari ini, dan akan membuat proses pemulihan berjalan lambat. “Negara yang kuat, negara yang mandiri. Yang bisa memanfaatkan produksi dalam negeri. Pada awal corona ini, kita bisa lihat bagaimana kesiapan industri masker, APD, dan alat kesehatan yang lain. Kita ternyata belum siap, bahan baku sebagian masih import”.
“Tingkat ketergantungan kita pada luar neger harus dikurangi. Karena akan jadi masalah ekonomi dalam jangka panjang,” tutupnya.