Panen Padi dan Sembako Gratis

198

Oleh : Dr. Wahyu Iryana
(Pengurus Lakpesdam Nu Indramayu)

Adanya panen raya dan bagi bagi sembako adalah bandul yang saling terkait. Para pesohor negeri sibuk membagi bagikan sembako gratis kepada warga karena adanya virus corona, di sisi lain harga gabah di pasaran semakin murah. Pertanyaanya sembako yang di bagi bagi oleh pemerintah apakah sejatinya murni diambil dari panen petani lokal ataukah memakai beras hasil impor? Pemprov pemda dan bulog harus clear tentang ini. Karena menyangkut jatidiri kaum tani.
Potensi terjadinya krisis pangan dunia yang disampaikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) beberapa kali telah disinggung oleh Pemerintah.Memasuki musim kemarau nanti, Presiden meminta seluruh jajaran untuk betul-betul menghitung dampak musim kering terhadap ketersediaan bahan pokok.

Ini menjadi modal petani untuk menstabilkan harga padi.

“Berdasarkan prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Oleh sebab itu, antisipasi, mitigasi, harus betul-betul disiapkan sehingga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan terganggu.

Terkait hal tersebut, idealnya Pemprov Jabar menekankan sejumlah hal yaitu pertama, ketersediaan air di daerah-daerah pertanian merupakan kunci.

Kedua, percepatan musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Untuk itu, Kepala Negara menekankan agar petani harus tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pemprov harus bersedia membeli hasil padi petani Lokal untuk menguatkan perimbangan harga padi di pasaran minimal tingkat Jawa Barat. Belum lagi permainan harga para tengkulak yang mengacaukan stabilitas harga di daerah daerah lumbung padi. Sebut saja wilayah Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang, Cianjur. Kemudian juga mengenai stimulus ekonomi untuk petani, ini agar nanti juga diperhatikan Pemprov dan pemda. Petani adalah staek holder utama pondasi pangan negeri ini.

Ketiga, pemerintahan ditingkat Jawa Barat dan Kabupaten mohon memperhatihan manajemen pengelolaan stok kebutuhan pokok.
Semoga panen raya dinikmati bukan hanya oleh para tengkulak tetapi sebenar benarnya para buruh tani dan para penggarap.