Ngaji Kebangsaan, upaya pencegahan terhadap Faham Radikalisme di Purwakarta

Ngaji Kebangsaan Sudah berjalan selama tiga bulan, rencananya kegiatan ini akan intens dilaksanakan setiap satu bulan sekali, di sentralkan di Gedung dawah Purwakarta.

Kegiatan yang di gagas oleh kader kader muda Nahdlatul Ulama ini, di respon baik oleh Bupati Kabupaten Purwakarta. apabila kedepannya tidak di respon oleh pemda, kami akan tetap konsisten melaksanakan acara ini, karena bagian dari upaya melawan faham radikalisme, dan kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan gampang terkena dan terhifnotis faham radikal.

Kegiatan ini sebenarnya banyak diminati oleh kalangan Masyarakat baik itu pemuda maupun orang tua, khususnya alumni pesantren yang sudah punya predikat ustadz atau ajengan. Tidak kurang setiap pelaksanaannya di ikuti sekitar 500 orang.

Menurut H. Ahmad Anwar Nasihin, yang merupakan penggagas Ngaji Kebangsaan. Bahwa kabupaten purwakarta merupakan kota yang strategis jaraknya ke pusat ibu kota. Maka saya khawatir rawan terkontaminasi paham radikal, apalagi Jawa Barat berdasarkan hasil analisa merupakan provinsi tertinggi yang terpapar faham radikal. kalau saja kita tidak peka dengan situasi yang berkembang sekarang ini, bisa jadi perkembangan faham radikali semakin berkembang subur di kabupaten purwakarta. Maka, kita yang tergabung dalam Kesatuan Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta, siap melawan segala bentuk dan faham radikal di purwakarta, padahal kami hanya sekedar santri saja, peduli terhadap Idiologi bangsa. kenapa tidak? aparat dan pemerintah, yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan negara Indonesia, tidak menjadi penggerak utama.

Kami berharap kepada pemerintah daerah purwakarta, agar menjadi pelopor dan penggerak yang paling depan, mendukung upaya upaya masyaraktnya dalam memerangi faham Radikalisme dan Terorisme di Purwakarta. Apalagi sekarang ini, Presiden Jokowi dan Wakil Presidennya KH Ma’ruf Amin, sangat mengutamakan memerangi Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, maka sudah sepantasnya semua tingakatan pemerintah daerah menjadi kepanjangan tangan untuk bersama sama memerangi radikalisme & terorisme.

Apa yang telah menimpa Menko Polhukam Pak Wiranto, menjadi ancaman nyata. bahwa kelompok radikal di Indonesia siap menggeser Idiologi pancasila menjadi pemenang, buktinya banyak masyarakat yang nyinyir mendukung Pelaku penusuk pak wiranto, berarti dia menganggap, bahwa itu bukan radikal dia menganggap itu bagian dari drama politik. Ini sebenrnya masalah yang besar yang di hadapi bangsa Indonesia.

Pemerintah sedikitpun jangan sampai lengah terhadap perkembangam Faham radikal, karena faham ini gampang menyusup ke masyarakat, melalui kemasan dan doktrin agama, sehingga masyarakatpun gampang di kelabui kalau atas dasar agama, apalagi banyak diantara masyarakat yang tidak pernah belajar agama, tapi paling merasa paham dan lebih benar dari pada orang yang belajar di pesantren.

Hadir juga Narasumber dalam ngaji kebangsaan tahap ke 3, Kyai Nuruzzaman yang merupakan penulis Buku ” Pancasila VS Khilafah ” menurit dia, kelompok Radikal akan menghalalkan segala cara untuk menguasai Indonesia, sekalipun mengatas namakan Agama, mereka akan lebih leluasa bergerak karena merasa banyak dukungan dari kelompok Islam yang tidak ngaji kebangsaan. Papar Nuruzzaman yang sekaligus Komandan Densus 99 Banser.

Saya meminta kepada Bupati purwakarta, untuk tidak ragu dalam menumpas redikalisme dan terorisme, kami santri NU siap menjadi garda terdepan membackup pemerintah dalam memerangi radikaliame di indonesia.
Bagi kami Tidak ada tawar menawar lagi kalau sedah berbicara Pancasila dan NKRI, sudah menjadi tanggung jawab dan harga mati !! Karena kalau kita diam saja, bisa jadi negara Indonesia mengikuti Negara negara yang ada di Timur Tengah, terus konflik diantara warganya, sehingga hidup berbangsa dan bernegarapun sudah tidak kondusif.