Mahfud MD : Perlu Pendidikan Antiradikalisme di Indonesia

65


Majalengka-Pada Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama V (Rakernas Pergunu V) yang diadakan di Alun-alun Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menkopolhukam, Mahfud MD menyampaikan tentang pentingnya pendidikan antiradikalisme.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini dengan tegas menyatakan bahwa penanganan radikalisme memerlukan pendekatan yang komprehensif dan sinergis dari berbagai pihak, agar gerakan-gerakan radikal tidak merusak keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan beragama di Indonesia.
“Pendidikan memiliki peran strategis dalam memerangi radikalisme. Guru-guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman yang benar tentang agama dan mempraktikkan nilai-nilai toleransi,” ungkap Mahfud, Sabtu (17/6/2023).
Tak hanya itu, Mahfud juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. 
Salah satu langkah penting adalah menerapkan kurikulum yang memperkuat karakter, nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman agama yang seimbang.
Dalam menjaga keragaman dan menghormati perbedaan agama, diperlukan pemahaman yang kuat tentang esensi agama serta peningkatan saling penghargaan antar umat beragama.
“Inilah yang akan membentuk generasi muda yang memiliki moralitas tinggi dan menghargai toleransi beragama,” tegasnya.
Menkopolhukam Mahfud MD juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi hak seluruh warga negara Indonesia dalam menjalankan agama dan keyakinan mereka secara bebas.
Ia menekankan, bahwa pencegahan dan penanggulangan radikalisme bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Lebih lanjut, Mahfud pun berharap, melalui Rakernas Pergunu yang dihadiri oleh para guru Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia ini dapat menjadi momen penting.
Sebab menurutnya, hal tersebut untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan radikalisme, serta menjaga toleransi beragama yang merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kesadaran tinggi akan peran pendidikan dalam melawan radikalisme dan menjaga kerukunan beragama, diharapkan dapat terus menjadi negara yang inklusif, harmonis, dan damai bagi semua rakyat Indonesia,” tukas Menkopolhukam Mahfud MD. 
Perlu diketahui, bahwa Rakernas Pergunu V ini turut dihadiri oleh dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh nasional, termasuk Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indarparawansa, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rizhalul Ulum, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, Anggota DPR RI Fraksi PKB, KH Maman Imanulhaq, Anggota DPR RI Fraksi PDIP H Sutrisno, Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana serta sejumlah tamu undangan terkemuka lainnya. 
Sebelumnya , Prof Mahgud MD begitu sampai ke lokasi acara bersama KH. Asep Syaifuddin Chalim,  berziarah ke tempat peristirahatan terakhir KH. Abdul Chalim, seorang tokoh ulama Jawa Barat, Muassis NU yg juga anggota Komite Hijaz dan perdiri PERGUNU. (***) Aji Setiawan