Terbaring lemah kurang lebih selama satu tahun, tidak bisa beraktivitas apapun, Ibu Dasi hanya bisa bersabar menghabiskan waktunya diatas tempat tidur seraya berharap keajaiban atas pengkabulan doa terhadap kesembuhannya.
Penyakit ginjal stadium akhir yang dideritanya membuat dirinya tidak bisa produktif, keluarganya pun tidak bisa membantu lebih, karena biaya penyembuhannyapun cukup mahal.
Melihat kondisinya tersebut, banyak dari warga yang datang untuk sekedar menjenguk, memberikan bantuan dan lain-lain.
Terlepas dari itu, Komunitas Perkutut Kaplongan bekerja sama dengan Unit Pengelola Zakat, Infaq, Sedekah (Upzis) NU Care Lazisnu Kecamatan Kedokanbunder memberikan bantuan kepada ibu Dasi berupa uang tunai yang sekiranya cukup untuk biaya transport berobat rutin cuci darah kerumah sakit, membeli obat-obatan, Senin (23/5/22).
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Upzis NU Care Lazisnu Kecamatan Kedokanbunder Jabidin, bersama Ketua Dewan Pembina Komunitas Perkutut Kaplongan Amin Hidayat, kepada suami Ibu Dasi Bapak Warjo.
“Bantuan dalam bentuk uang hasil iuran para pencinta dan pelestari burung perkutut, donatur, pengurus Upzis NU Care LAZISNU Kecamatan Kedokanbunder,” kata Jabidin.
“Gerakan donasi yang diprakarsai oleh komunitas perkutut kaplongan merupakan media terbuka bagi berbagai kalangan untuk memberikan bantuan kepada Ibu Dasi warga Desa Kaplongan Kecamatan Kedokanbunder bekerja sama dengan Upzis NU Care LAZISNU Kecamatan Kedokabnuder,” tambahnya.
Gerakan yang diinisiasi oleh tokoh muda NU Indramayu, Amin Hidayat yang juga selaku Ketua Dewan Pembina Komunitas Perkutut Kaplongan, dalam bakti sosial mengandeng Upzis NU Care LAZISNU Kecamatan Kedokanbunder dan pemberian bantuan ini juga bukan kali pertamanya dan sudah sering dilakukan kepada warga yang lain yang membutuhkan
“Kami mengapresiasi gerakan yang berangkat dari semangat gotong royong, kebersamaan dan kepedulian para pencinta dan pelestari burung perkutut yang mau berbagi, menyalurkan bantuan kepada yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Jabidin berharap dengan adanya gerakan sosial kolaborasi ini, antara masyarakat komunitas dan Upzis bisa membuat motivasi bagi pemda dan yang lainnya dalam hal kepedulian terhdadap sesama.
“Saya berharap gerakan ini dapat menjadi sebuah gerakan moral yang dapat menginspirasi banyak pihak untuk ikut berperan aktif dalam berbagai bentuk kepedulian kepada warga yang lagi mendapat musibah, ini juga merupakan aksi nyata kepedulian kami kepada sesama sebagai wujud kesetiakawanan sosial,” pungkasnya.