Ketua PC GP Ansor Kab. Sukabumi; GP Ansor Harus Terlihat, Terdengar dan Terasakan

71

Gelar Kaderisasi, GP Ansor Kecamatan Cidolog kembali meneruskan agenda kaderisasi PC GP Ansor Kab. Sukabumi dengan menyelenggarakan PKD pada hari Sabtu-Minggu, 7-8 November 2020 di Pondok Pesantren Nugraha, Ciseupan Kec. Cidolog Kabupaten Sukabumi. Dengan tema; “Revitalisasi Gerakan Menuju Optimalisasi Kader Ansor yang Bertanggung Jawab, Tangguh dan Militan”. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kab Sukabumi, Sahabat Farhan Zayyid, S.E., M.M. pada pukul 14.00 WIB. Turut hadir dalam kegiatan diatas yakni, Syuriyah MWC NU, MUI, Shohibut Bait Ponpes Nugraha, Muspika Kecamatan Cidolog, Pospol Cidolog, jajaran pengurus PC berikut tim instruktur Cabang, pengurus PAC GP Ansor Cidolog dan peserta atau calon anggota baru beserta Narasumber PKD ikut memeriahkan, menjaga, mengawal dan mensukseskan acara sampai pada penutupan dan Bai’at dihari Minggu, 8 November 2020 pukul 14.45 WIB yang penuh dengan khidmat dan keberhakan.

Agenda kegiatan yang masih dalam keadaan Pademi Covid 19 yang menggagu segala aktifitas dan membatasi segala gerakan, namun tidak mengurung niat dan semangat pengabdian juga hendak membuat sejarah bahwa untuk pertama kalinya GP Ansor Kecamatan Cidolog mampu menyelenggarakan PKD.

“Syukur Alhamdulillah dan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah bahu membahu dalam menyukseskan PKD walaupun ditengah Pandemi Covid 19, namun kami selaku panitia pelaksana dengan segala keterbatasan akibat pandemik, kami mampu membuat sejarah dengan adanya PKD ini. Artinya ini PKD pertama kalinya dilaksanakan Ansor di Kecamatan Cidolog”, ungkap Ketua PAC GP Ansor Kec. Cidolog Sahabat Ridwansyah saat di temuidisela kegiatan.

Selanjutnya, Agenda PKD dalam bulan November tahun ini yang hanya jeda seminggu, karena satu minggu kebelakang kegiatan serupa dilaksanakan di PAC GP Ansor Kec. Cidahu yang masih diselimuti Pandemi Covid 19. Namun Pimpinan Cabang tetap melakukan ikhtiar dzohir dan bathin dengan mengintruksikan kepada para ketua PAC dan seluruh anggota se-Kab. Sukabumi untuk menjadi pelopor dan penggerak dalam menjalankan protocol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

“walaupun keadaan Pandemi Covid 19 yang masih menyelimuti negara kita, tidak terkecuali kabupaten sukabumi juga terkena dampaknya, saya mengintruksikan kepada para ketua PAC GP Ansor dan anggota se-Kab. Sukabumi agar menjadi, garda terdepan, pelopor dan penggerak dalam menjalankan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah yakni memperhatiakan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak dalam segala aktivitas organisasi termasuk PKD dan juga dalam kesehariannya. Sehingga dapat memutus mata rantai penyebara Virus mematikan tersebut”, tutur Sahabat Farhan Zayyid, S.E., M.M. dalam memberikan arahan dan membuka kegiatan PKD tersebut.

Lebih lanjut, menurut Ajengan Farhan yang juga merupakan cucu dari pendiri Yayasan Perguruan Islam Al-Masthuriyah, bahwa menjadi kader Ansor “menjadi kader GP Ansor, setelah melalui proses PKD dan sah menjadi anggota Ansor, sahabat-sahabat akan menjadi pemimpin di masyarakat, maka gerakan dan aktifitas kita harus terpaku pada 3 hal yakni kita mesti terlihat, terlihat dalam artian bahwa selain meningkatkan kuantitas dan kualitas kader, kita harus menunjukkan diri ditengah-tengah masyarakat dalam bentuk pengabdian, perantara, penengah dan yang menggerakkan masyarakat kearah yang benar. Maka sahabat-sahabat jangan pernah jauh dari Ulama, jangan pernah meninggalkan majlis-majlis Ulama, harus dekat dengan Kiyai, mengabdi dan ikut kepada Kiyai karena dalam satu riwayat Hadits Nabi dari abu Umamah, bahwa Luqman Al-Hakim pernah ngadawuh “Hendaklah kalian bergaul bersama Ulama dan mendengarkan perkataan Hukama, karena Allah menghidupkan kembali hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghijaukan / menghidupkan tanah gersang dengan air hujan“, hadits riwayat Imam Thabrani. Baginda Nabi bersabda:
وقال النبي صلى الله عليه وسلم: سياتى زمانٌ على امّتى يفرّون من العلماءِ والفقهاء فيبتليهمْ اللهُ بثلاثِ بليّاتٍ: اُولاها يرفع اللهُ البركةَ من كسبهم، والثانية يسلّط الله تعالى عليهم سلطانا ظالما، والثالثة يخرجون من الدنيا بغير ايمانٍ، كذا في مكاشفة الأسرار.
“Akan datang satu masa dimana umatku akan lari (berpisah) dari ulama dan ahli fikih; maka Allah akan memberikan dan menurunkan tiga bencana: pertama, Allah akan mengangkat barokah dari usaha mereka, kedua, Allah akan turunkan pemimpin yang dhalim, ketiga, Allah akan keluarkan dari dunia dengan tanpa bekal Iman.
Kemudian ajengan Farhan mengaskan Ulama yang musti dituruti dengan mengutip pernyataan KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)…”Kiai memiliki pandangan yandzhuruna ilal ummah bi ainir rahmah (melihat umat dengan pandangan kasih sayang).”

Demikian juga sahabat-sahabat jangan pernah ragu dan takut untuk memperlihatkan diri ditengah masyarakat, atribut-atribut Ansor harus dipakai, kibarkan bendera NU, Ansor dan BANSER dengan percaya diri. Setelah terlihat, maka gerakan kita seterusnya harus terdengar. Terdengar dimana-mana, kehadiran kita betul-betul didengar oleh masyarakat dilingkungan dan wilayah masing-masing baik didunia nyata maupun di media sosial. Untuk media sosia, kita harus menguasai media sosial (facebook, twiter, Instagram, WA dll.). Untuk itu kembali saya ingatkan lagi bahwa setiap PAC harus memiliki akun official baik akun Facebook, Instagram, Twitter dan youtube sekalipun semua PAC harus punya. Sehingga kita menyuarakan, mendakwakan ilmu kita, keyakinan kita dan paham kita yang tawwasuth, tawazun, ta’adl dan tatsamuh dimedia yang telah dibentuk, sahabat-sahabat memiliki agenda kegiatan sekecil apapun itu diupload dan dibagikan ke media tersebut. Karena sudah menjadi rahasia umum kita, di media sosial orang-orang lain yang berbeda paham dengan kita bertarung disana, bahkan sudah menguasai media sosial, paham radikalisme, paham transnasional, gagasan dan ideologi impor-impor tersebut harus kita lawan dan imbangai lalu kuasai media-media tersebut. Selanjutnya, setelah terlihat maka pasti akan terasakan gerakan kita. Gerakan Ansor akan dirasakan keberadaannya di mata masyarakat, manfaat dan perbedaannya. Karena organisasi kita ini didirikan bukan sembarang orang atau orang biasa-biasa saja. Tapi adalah KH. Abdul Wahhab Khasbullah, seorang kiyai besar, ulama terkemuka Bangsa ini juga bersama Ulama-ulama NU besar lainnya yang mendirikan organisasi kita atas dasar keresahan bahwa pemuda-pemuda di Indonesia tidak memiliki kecintaan terhadap tanah air, sehingga musti menggerakkan dan memulai dari santri. Dari mencintai tanah air sehingga melahirkan gerakan, dan perjuangan . Dan juga para sesepuh kita, para Kiyai-kiyai dan Ulama kita pula lah yang mendirikan Negara kita ini, memiliki sumbangsi terbesar dalam membangun dan menjaga nusantara ini. Jadi kita Ansor sebagai anak muda NU, jelas pemilik sah Rebublik ini (ahli waris) pertama, apa yang musti kita khawatir dan ragukan bergerak dan mengabdi di Ansor, toh fakta sejarahnya nyata kita lahir sebelum kemerdekaan bangsa ini, artinya kita juga lah yang berjuang merebut kemerdekaan melalui wadah perjuangan Laskar Khizbullah, Laskar Sabilillah dan Kiyai serta Ulama kita dibalik perjuangan tersebut. Jadi NKRI ini milik kita bukan milik siapa-siapa”, kembali saya ingatkan, kita harus TERLIHAT, TERDENGAR DAN DIRASAKAN”, tegas beliau.
Adapun peserta yang telah dibai’at dan sah menjadi anggota GP Ansor Kab. Sukabumi pada kegiatan tersebut sebanyak 29 Orang.

Sukabumi, 8 November 2020
Pewarta: Tim Media PC GP Ansor Kab. Sukabumi
Editor: Akbar Taslim