FKPP Cianjur: Gubernur, Jika Permainkan Pesantren, Kualat!

CIANJUR – Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Cianjur menyentil program Gubernur Jawa Barat soal kepeduliannya kepada pondok pesantren dinilai cuma wacana semata.

Ketua FKPP Kabupaten Cianjur, Ade Ismail menyayangkan jika salah satu program unggulan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat kampanye beberapa waktu yang lalu belum pernah terrealisasi, salah satunya One Pesantren, One Produk.

“Gubernur ini mesti diingatkan. Jangan PHP in pesantren lah apalagi bohong terus, nanti kualat. Rame dilangit, tapi sepi di darat. Lebay namanya,” ujar Ade dengan logat sundanya saat dihubungi, Jum’at (11/10/2019).

Pihaknya menyoroti ihwal Peraturan Daerah tentang pesantren yang dulu di janjikan oleh Gubernur malah menyodorkan Raperda Keagamaan ke DPRD. “Ini menyalahi janji dan tentu saja mengecewakan kami. Gubernur sudah melakukan pembohongan publik,” tandasnya.

Harusnya, kata Ade, melalui Perda Pesantren ini, pesantren dengan ciri khasnya harus mendapat atensi khusus dari Gubernur, sesuai janjinya.

“Karena diakui atau tidak, jebolan pondok pesantren tidak bisa diragukan lagi kualitasnya. Dan itu harus berbanding lurus dengan kebijakan yang pro terhadap pesantren” katanya.

Lebih lanjut Ade menilai jika lahirnya Undang-undang Pesantren yang sudah disahkan oleh DPR, harus menjadi momentum yang tepat untuk menepati janjinya peduli kepada pondok pesantren. (Ade Mahmudin)