Akibat Wabah Covid-19, Pemkab Kuningan Diminta Perhatikan Guru Honorer Dan Guru Ngaji

31

Akibat Wabah Covid-19, Pemkab Kuningan Diminta Perhatikan Guru Honorer Dan Guru Ngaji

Alan Suwgiri mengimbau agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan memperhatikan kesejahteraan guru honorer dan guru ngaji selama terjadinya Wabah Virus Corona (Covid-19).
Menurut Alan, guru honorer dan guru ngaji merupakan segmen sosial turut terdampak wabah tersebut. Sehingga, Pemerintah memiliki kewajiban memberikan ‘safety net’ berupa kebutuhan pokok dan lainnya.
“Saya mendorong Pemerintah Kabupaten Kuningan fokus memberikan kesejahteraan bagi semua elemen masyarakat terdampak Corona termasuk guru honorer dan guru ngaji,” kata Alan, Senin (13/4/2020).
Sejauh ini, kata Alan fokus bantuan dari Pemerintah cenderung kepada kelompok masyarakat berpenghasilan harian, seperti pedagang keliling, ojek online maupun UKM. Berikutnya, segmen disasar Pemerintah adalah karyawan korban PHK atau dirumahkan.
“Elemen masyarakat yang sering disebut terdampak cenderung kepada pedagang keliling, ojek online, maupun UKM yang berpenghasilan harian, atau karyawan yang di rumahkan dan beberapa profesi lainnya,” ungkap Alan.
Sementara, guru honorer maupun guru ngaji kerap terabaikan. Padahal menurutnya, guru honorer mengandalkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
“Jangan lupa, guru honorer juga terdampak karena aktivitas dihentikan, walaupun beberapa kegiatan bisa dilakukan secara online. Tapi kita tahu, mereka mengandalkan pemasukan harian lewat les pirvat atau bimbel. Saya kira ini segmen yang juga harus diperhatikan,” terang Alan.
“Selanjutnya guru ngaji di majelis taklim baik di pelosok perkampungan atau dimanapun perlu diperhatikan. Mereka berjasa besar dalam mencerdaskan anak bangsa agar berakhlak baik, serta memompa rohani masyarakat,” tambahnya.
Kendati begitu, langkah Pemerintah semua tingkatan, diakui Alan perlu diapresiasi. Hanya saja ia berpesan, agar tidak ada kelompok masyarakat terabaikan.
“Saya mengapresiasi skema safety net Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah terhadap warga terdampak Corona dengan bantuan sembako dan lainnya. Namun demikian, kita berharap bantuan ini tepat sasaran dan data valid yang digunakan, betul-betul bagi warga yang terdampak,” tandasnya.