Yen cedhak mambu tai yen adoh mambu wangi

145

Yen cedhak mambu tai yen adoh mambu wangi

Oleh : Muhammad Idrus

Pribahasa jawa ini secara letterlijk berarti kalau dekat bau (maaf) tinja, kalau jauh bau wangi (harum). Secara filosofis, peribahasa ini memiliki makna lebih mendalam tentang suatu bentuk kearifan lokal untuk menggambarkan dinamika hubungan persaudaraan atau pertemanan.

Sebagai sebuah dinamika sosial, hubungan persaudaraan yang didasarkan atas pertalian darah cenderung tinggal berdampingan sehingga sering kali diwarnai dengan gesekan, perselisihan atau bahkan benturan fisik. Apa yang tampak dan teringat dari saudara dekat adalah semata keburukannya. Beda lagi dengan saudara atau pertemanan yang tinggal berjauhan, mereka disambut secara lebih terhormat, nyaris tak bercela dan penuh kerinduan.

Secara tak sadar, kita ini hidup terlalu transaksional mirip orang berdagang di pasar kata Thibault. Berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya seraya menimbang ganjaran dan resiko yang diterimanya. Alhasil, mau kalo lagi ada butuhnya aja.

#Jangan biarkan hati kita digadaikan demi sebuah kebutuhan dan kepentingan sesaat.

Comments

comments