Wamenag Harap Diklatpimnas Lahirkan Pemimpin Moderat dan Berwawasan Kebangsaan

11

Wamenag Harap Diklatpimnas Lahirkan Pemimpin Moderat
dan Berwawasan Kebangsaan

Semarang—Dalam upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pimpinan organisasi kemahasiswaan, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional (Diklatpimnas).

Kegiatan di buka secara virtual oleh Wakil Menteri Agama RI, KH. Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.A pada Minggu (20/12) dan diikuti oleh 80 Aktivis Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Zainut Tauhid menyampaikan rasa bangga dan syukur dapat berjumpa dengan para aktivis mahasiswa se-Indonesia calon-calon pemimpin bangsa. “Karakter dan kompetensi seorang pemimpin harus dipadu dengan baik agar kepemimpinan di semua lini kehidupan mendapatkan kepercayaan (trust) yang kuat”, katanya.

Zainut Tauhid berharap, Diklatpimnas akan melahirkan para pemimpin mahasiswa millenial yang memiliki komitmen kuat pada nilai-nilai keislaman yang moderat dan nilai-nilai keindonesiaan.

Lebih lanjut dikatakan Wamenag, bonus demografi yang diperoleh bangsa Indonesia pada tahun 2030 perlu dioptimalkan dengan baik untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Dihadapan 80 aktivis mahasiswa, Zainut berpesan, “jadilah duta moderasi beragama yang akan mendesiminasikan wawasan dan paham ke-Islaman yang inklusif, toleran dan damai untuk berkontribusi nyata di tengah-tengah masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan profil pemimpin yang ideal di masa kini adalah orang yang memiliki cara pandang keagamaan yang moderat, nasionalis dan berwawasan global. “profil pemimpin yang mampu merespon situasi dan kondisi secara cepat baik yang maya maupun nyata juga tak kalah penting”, terang Ramdhani.

Mengutip Imam Al-Mawardi dalam Al-ahkam Al Sulthoniyah, Dhani mengatakan: “menegakkan kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah sebuah keharusan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”.

Guru Besar UIN Gunungjati Bandung ini memaparkan keberadaan pemimpin (imamah) sangat penting, karena imamah mempunyai dua tujuan: Pertama, li khilafati an-nubuwwah fi-harosati ad-din, yakni sebagai pengganti misi kenabian untuk menjaga agama; Kedua: Wa sissati ad-dunnya, untuk memimpin atau mengatur urusan dunia.

Rektor UIN Walisongo Semarang Imam Taufiq merasa terhormat dipercaya menjadi mitra Kementerian Agama dalam penyelenggaraan Diklatpimnas karena sangat penting dan strategis serta monumental bagi mahasiswa.

“Diklatpimnas sangat penting untuk mendesiminasikan paham keagamaan yang toleran dan rahmatan lil Alamin dan ini sejalan dengan yang sedang dikembangkan oleh Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo.

Direktur Diktis Suyitno melaporkan bahwa kegiatan Diklatpimnas sebagai wahana untuk pengembangan wawasan dan jiwa leadership, penguatan enterprenership dan pengembangan karakter mahasiswa. “Diklatpimnas kita desain layaknya Lemhanasnya mahasiswa yang akan mempersiapkan pemimpin unggul, berkarakter dan berkaulitas””, tutur Guru Besar UIN Palembang.

Diklatpimnas diselenggarakan dengan cara online dari tanggal 20-26 Desember 2020 dan dilanjutkan secara offline 28-30 Desember 2020 dengan total 70 Jam Pelajaran. Hadir dalam pembukaan Para Kasubdit dan Kasi pada Diktis, Imam Yahya Ketua Rumah Moderasi Beragama, para Wakil Rektor I, II, III, para Dekan dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo.(Humas UIN WS/Fajrul/RB).

comments