ulama nusantara sebagai suritauladan generasi muslim

89

ulama nusantara sebagai suritauladan generasi muslim

sebagai wujud pengamalan ajaran islam yang menjungjung tinggi kedudukan ulama sebagai panutan hidup. para ulama berperan besar dalam mengajar dan membingbing umat dalam menjalani kehidupan jasmani dan rohani di dunia ini guna mendekatkan diri kepada allah swt .

ada sebuah ungkapan dari Imam Al-Ghazali yang menjadi motivasi besar bagi kita semua, katanya, ”kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” Selain itu, ada juga ungkapan dari KH. Zainal Arifin Toha, seorang Kiai sekaligus pegiat literasi asal Yogyakarta, katanya, “Aku menulis maka aku ada.” Keduanya menekankan betapa pentingnya menulis, karena dengan menulis akan membuat seseorang tetap ada, bahkan ketika ia sudah tiada.

Jika melihat sejarah ulama nusantara, kita akan menjumpai salah satu ulama nusantara, seperti kh muhammad masthuro pendiri pondok pesantren al-masthuriyah sukabumi jawa barat beliau adalah seorang penulis kitab “Kaifiyyatus Shalât (Manqûlât Muhimmah min al-Kutub al-Syâfi’iyyah)”Walaupun  sudah tiada, akan tetapi karyanya masih terus dikaji sampai hari ini di berbagai pondok pesantren.

media dakwah dalam mensyiarkan ajaran islam ada berbagai cara salah satunya melalui dunia tulisan atau istilahnya dakwah bilqalam.

Sahabat Ali bin Abu Tholib pernah memberikan petuahnya terkait menulis yaitu, Ilmu itu ibarat binatang buruan dan menulis adalah cara mengikatnya.

Melihat pendapat Sahabat Ali tersebut, sudah sepatutnya kita terus peringati jasa dan jejak peninggalan perjuangannya yang masih bisa dirasakan sampai saat ini .

semenjak didirikan nya pondok pesantren almasthuriyah tahun 1920 sampai saat ini adalah
contoh nyata yang masih beridiri tegak dan bahkan masih terus berkembang . ini menjadi nyata keberkahan hidup beliau . pengabdian yang bermanfaat semasa hidup akan menjadi kenangan sepanjang masa

maula zuama pp ipnu departemen hubungan internasion

comments