Tolak Full Day School, KBNU Indramayu Gelar Aksi Damai

145

Tolak Full Day School, KBNU Indramayu Gelar Aksi Damai.

Full Day School (FDS) diyakini membunuh pendidikan karakter yang sudah berjalan ratusan tahun sebelum negeri ini merdeka, yakni pendidikan pesantren. Untuk itu, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu kepung Pendopo Kabupaten Indramayu, Kamis (24/8).
Pantauan AnsorJabar, masa aksi yang sudah mulai memadati Gedung Dakwah PCNU sejak pagi itu melakukan long march ke Pendopo Bupati Indramayu dan gedung DPRD sambil menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud nomor 23 Tahun 2017 itu..
Aksi tersebut diikuti berbagai elemen diantaranya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu, Badan Otonom (Banom) NU diantaranya PC GP Ansor bersama Banser, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dan PC PMII serta lembaga-lembaga dibawah naungan NU, Oi, sekolah-sekolah hingga madrasah NU.
Kordinator Lapangan Aksi Iing Rohimin mengatakan terdapat sekitar 15 ribu massa yang turun ke jalan untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.
“Kalau peraturan ini tidak dicabut maka dapat memberengus madrasah diniyah yang ada di Indonesia.” tegasnya.
Sementara itu Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Juhadi Muhammad menegaskan, aksi tersebut sebagai pelaksanaan instruksi PBNU sekaligus para Kyai se-Indonesia yang merasakan sangat keberatan jika FDS diterapkan.
“Kami tidak sepakat dengan penerapan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 karena sudah membawa dampak buruk bagi masyarakat. Lantaran kata-kata tak lagi bermakna, maka aksi long march ini jadi satu-satunya opsi yang kami tempuh saat ini,” tegasnya..
Ia mengatakan Kemendikbud bertindak sewenang-wenang dengan merancang aturan yang mengancam eksistensi madrasah diniyah (madin). Pasalnya, program FDS mewajibkan anak bersekolah sampai sore hari tanpa memberikan ruang bagi madrasah untuk memberikan pendidikan agama Islam yang sudah terbukti membentuk karakter.
“FDS mengancam eksistensi madrasah diniyah yang biasanya dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Bagi kami, FDS lebih banyak madlaratnya ketimbang mudarat.” Kata Kiai Juhadi.

Ia menegaskan, pihaknya meminta Pemerintah untuk segara mencabut permendikbud tersebut.

“Jika pemerintah tidak mencabut, kami akan aksi dengan massa lebih besar,” tambahnya.

Pay

Comments

comments