Tawaran Nusantara untuk Peradaban Dunia

12

Tawaran Nusantara untuk Peradaban Dunia

Magelang- Komunitas Jamaah Kopdariyah Magelang raya (Jamkop) kembali hadir di hadapan masyarakat magelang pada kamis malam, (19/04/2018 pukul 19:00) dengan mengusung tema “Tawaran Nusantara untuk Peradaban Dunia”. Kali ini Jamkop tidak sendirian, Jamkop berkolaborasi dengan komunitas “Republik Terong Gosong” yang dibentuk oleh Kyai Cholil Yahya Staquf selaku Katib Am Syuriah PBNU.

Kegiatan rutin bulanan Jamkop kali ini bertempat di Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadi’ien Tempuran, Magelang. Tak tanggung-tanggung, kolaborasi kali ini mendatangkan pembicara kelas atas yang di pandu oleh Kyai Cholil Yahya Staquf dan pembicara istimiewa, yakni Kyai Abdul Ghofur Maimun, Kyai Ulil Bashar Abdalla, Kyai Ahmad Said Asrori dan dua narasumber dari USA yakni Ilan Berman (Washington DC) dan David Becker (California, USA) serta penerjemah bahasa, C Holland Taylor.

Diawali dengan sanggar seni Soreng Wargobudoyo asal Ngablak, pentas seni theater “Mendhut Institut” dan di iringi oleh grup seni Music etnic Jodhokemil, kegiatan Jamaah Kopdariyah berlangsung dengan lancar.

“Asal usul diadakannya acara ini adalah sebab kami ingin memuliakan tamu kita dari Amerika yang mulanya ingin bertemu dengan para Kyai NU di Pusat, akan tetapi kita arahkan kepada Kyai Ahmad Said Asrori yang akhirnya di tempatkan disini. Kita ingin menunjukkan kepada tamu kita mengenai bagaimana realita-realita yang terjadi di Indonesia. Dimana rakyat saling berbondong-bondong untuk mencapai kemaslahatan seluruh umat yang ada di Indonesia” ungkap Kyai Yahya.

Dalam forum ini, Kyai Ulil menegaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama untuk umat muslim di seluruh penjuru nusantara, supaya selalu bangga dengan Islam yang ada di Indonesia. “Kita harus bangga dengan Islam di Indonesia. Sebab, walaupun Islam di negara kita tidak terlalu fasih dalam berbahasa Arab, akan tetapi Islam di negara kita ini keren. Mengapa? Karena Islam di negara kita mampu berjalan berdampingan dengan sistem demokrasi yang ada tanpa menafikkan salah satu darinya. Jangan minder karena Islam di negara kita kemampuannya rendah untuk berbahasa Arab. Namun lihatlah, betapa di negara kita Islam bisa menjalankan, membumikan ajaran Rosulullah SAW, yakni Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Itulah salah satu alasan mengapa Islam di Indonesia ini keren” ungkapnya dalam forum.

Di akhir pembukaan sebelum dilanjutkan dengan forum diskusi, Iland Berman yang kemudian diterjemahkan dengan bahasa Indonesia oleh C. Holland Taylor mengatakan, bahwa ia sangat bangga dan ini merupakan sebuah anugerah terbesar baginya, “Saya bisa paham Islam lebih banyak disini dibandingkan dengan di kantor-kantor yang ada di Jakarta. Ini merupakan suatu anugerah terbesar bagi saya. Betapa saat ini Indonesia merupakan negara yang berperan besar bagi Amerika”. Jelasnya pada forum.

Dilanjutkan dengan diskusi santai dan diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Kyai Ahmad Said Asrori, kegiatan ini disambut anusiasme masyarakat yang tinggi. Hingga akhir acara, masyarakat masih menikmati penampilan yang di suguhkan oleh Jamkop dan Terong Gosong, yakni pentas seni bela diri Pagar Nusa dan diakhiri dengan seni Angklung Ki Sodong yang dibawakan oleh Budayawan Lesbumi NU Kabupaten Magelang, Abbet Nugroho.

Mari Bangga dengan Islam Nusantara
Islam yang ramah tamah, guyub rukun, melek “adab & adat”.

Jamaah Kopdariyah
Vinanda Febriani. Borobudur, 19 April 2018.

Comments

comments