SUFI PERLENTE

61

SUFI PERLENTE

Malam ini saya merasa ditampar sangat keras. Saya bertemu dengan seseorang pemuda yang bertampang cukup mewah dan perlente, sama sekali tak terlihat ngalim apalagi zuhud. Obrolan kami diawali dengan sesuatu yang biasa. Saya yang selalu bertampang ngustad seolah olah ingin memberikan pencerahan pada sang pemuda, meski sebenarnya dalam diri saya beribu persolan duniawi masih belum terpecahkan

Tetapi alangkah kagetnya ketika obrolan sudah melewati muqaddimah dan masuk pada keinginan mencapai ketenangan hati, saya yang sedari tadi sok sokan dengan perihal agama, merasa sangat terpukul ketika pemuda mewah teresebut berbalik menasehati ku, bayangkan tak tanggung-tanggung, dia menukil maqalah Imam Athaillah dalam Kitab Alhikam “Am kayfa yashroqul qalbi syuwarul aqwan muntaba’atun fi mirratihi” bagaimana mungkin cahaya hati bisa terang sementara gambar duniawi masih menjadi cerminnya. Kira kira seperti itu yang ia sampaikan.

Aku pun tertunduk malu, tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Dan mukaku pun semakin pucat ketika ia meneruskan kata katanya “am kayfa yarhalu ilallah wahua muqabbalun bisyahwat” bagaimana kita bisa menghadap Allah ketika diri kita masih terbelenggu oleh syahwat.

Dan sempurna sudah kekalahanku, ketika obrolan ditutup dengan kata-kata “ihalatuka al a’mala ala wujudi faraghi min ruunatinnafsi”
Upayamu untuk melakukan amal kebaikan dengan menunggu habis beban persoalan, ini berarti adanya hegemoni nafsu dalam diri anda

Gusti ….Allahumasturna bisitrikal jamil
Cirebon, Rabu 24 Okt. Pkl.01.54
Yoyon Syukron

Comments

comments