Subhanalloh…Ribuan Jamaah Banjiri Haul Mama Cangkorah

2770

Batujajar, (Ansorjabar Online)

Ribuan masyarakat menghadiri Haul ke-28 wafatnya KH. Muhammad Sirodj bin KH. Asy’ari atau yang dikenal Mama Cangkorah,Sabtu (24/12)  pagi. Tidak hanya para santri dan jamaah rutin pengajian Sabtuan yang biasa digelar Pesantren Al-Bidayah, masyarakat dan alumni yang dikenal dengan sahabat karib Mama turut memadati Komplek Pesantren yang berlokasi di di Jalan Raya Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Masjid Al-Bidayah yang cukup besar dengan dua lantai itu tidak cukup menampung antusiasme masyarakat untuk menghadiri haul yang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi ini. Sebagaian jamaah meluber mengisi ruang kelas pesantren, dan sebagiannya lagi di halaman masjid.

Sejak pagi lantunan dzikir, sholawat beserta marhaba dengan khusyu’dibacakan Jama’ah yang dipimpin putra Mama, KH. Mahfudz dan KH.Mamur Sa’adie.

“Haul tahun ini luar biasa. Sumbangsih tenaga, pikiran, maupun materi dari keluarga beserta Sahabat karib Mama cukup sedemikian luar biasa pula. Atas nama keluarga mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya, mudah-mudahan kedatangan para Jamaah semuanya menjadi berkah, dibalas dengan rupa-rupa kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat ”, kata KH. Mamur Sa’adie, putra bungsu Mama mewakili keluarga.

Kiai Mamur menuturkan, belakangan ini banyak ulama sepuh yang telah meninggal termasuk para kiai sahabat karib Mama Cangkorah.

“Mudah-mudah kita semua dipanjangkan usia, dapat melanjutkan ajaran dan amalan Mama hingga kelak husnul khotimah. Terus istiqomah sebagaiamana yang telah diajarkan oleh Mama. Hanya satu cita-cita kita semua, agar diaku sebagai santrinya”, lanjut Kiai Mamur yang juga dosen UPI Bandung ini.

 

Berikan Ijazah kepada Jamaah

Pada kesempatan haol ini, para Jamaah juga diberikan ijazah doa yang merupakan amalan yang biasa didawamkan oleh Mama Cangkorah, yakni doa Bismillah dan Ismu Adzom.

Diceritakan oleh Kiai Mahfudz yang memberikan ijazah do’a, dulu kepada santriny Mama Cangkorah tidak menekankan tirakat-tirakat yang berat. Ada sebagian santri yang pernah mencobanya untuk tirakat, tapi rata-rata tidak kuat dan batal.

“Do’a-doa amalan Mama sudah tidak perlu ditirakatan lagi. Sebab tirakatnya yang berat-berat itu sudah ditebus oleh mama. Yang terpenting tugas kita mengamalkannya dan kantun bageurna (menjadi orang baik)”, jelas Kiai Mahfudz.

Mama Cangkorah merupakan salah satu ulama masyhur dari Bandung Barat. Dihormati ummat dan segani para pejabat. Salah satu induk mata rantai jaringan keilmuan pesantren di Bandung Barat. Ribuan santri-santrinya tersebar di wilayah Jawa Barat dan Banten. Salah satu putranya adalah (alm) KH. Yayat Ruhiyat Sirodj dalam beberapa periode pernah memimpin MUI Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Demikianlah, keshalehan seorang ulama dengan keutamaan ilmu dan amal perjuangannya senantiasa hadir dalam sanubari ummat dengan lantunan do’a yang tak putus mengalir. (Rus).

comments