SemangART’ Jaga NKRI dengan Sastra dan Budaya ala Pak Bambang

6

‘SemangART’ Jaga NKRI dengan Sastra dan Budaya ala Pak Bambang

Ditulis oleh : Vinanda febriani

Penyair dan sastrawan yang satu ini bernama Bambang Eka Prasetya, M.M. Pak bambang, begitu sapa akrabnya. Penyair kelahiran Kepanjen Jombang, Jawa Timur pada 5 Desember 1952 ini merupakan salah satu penyair sekaligus budayawan yang terlahir dari rahim pasangan suami-isteri seniman ludruk, Cak Ngarman dan Ismi Hajati.

Pak Bambang yang juga merupakan salah-satu “Sedulur Jamaah Kopdariyah, Netizen Magelang Raya” ini, memiliki bakat seni yang sangat istimewa. Di umurnya yang sudah 66 tahun, Pak Bambang masih bersemangat “Nguri-uri, Ngrawat lan Ngruwat” budaya yang hampir tertimbun bumi, hampir luput dari pandangan mata dan sentuhan nurani generasi muda saat ini.

Melalui pesan “Inbox” akun Facebooknya, ‘Bambang Eka Bep’ menuliskan pengalaman-pengalaman pribadinya di dunia sastra penyair. Sebelumnya, beliau adalah sosok yang aktif berkarya di Teater Arena Madiun (1972-1975) dan rutin mengisi ruang sastra RRI Madiun-Jawa Timur. Mantan Direktur Utama PT. Tata Banua Adinusa Kota Banjarbaru-Kalimantan Selatan pada tahun 2010 sampai dengan 2014 ini, pernah mengasuh ruang sastra “Bisikan Malam” Radio Siaran Pemerintah Kota Madya Magelang (1976-1979).

Pria lulusan Magister Program Studi Manajemen (Strata2) STIE Panca Setia Banjarmasin-Kalimantan selatan (2009) ini menuliskan banyak karya karya, salah satunya yakni karya berjudul “Tabur Bunga Penyair Indonesia dalam Seperempat Abad Haul Bung Karno” yang di terbitkan oleh Lingkar Sastra Blitar (1995), Antologi Puisi “Puisi Menolak Korupsi” Jilid 1 dan 2 yang di terbitkan oleh Forum Sastra Surakrta (2012), antologi Puisi Penyair Nusantara “Merangkai Damai” yang diterbitkan oleh Nittramaya tahun 2015, dan masih banyak lagi karya beliau yang telah di terbitkan.

Melalui pesan Inbox Facebook, beliau berpesan kepada generasi muda NKRI supaya senantiasa menjadi generasi yang religius, nasionalis, mandiri, berjiwa gotong royong dan berkomitmen, “Generasi muda NKRI ‘Zaman Now’ dalam kondisi apapun semoga menjadi pribadi yang religius, nasionalis, mandiri, berjiwa gotong royong dan berkomitmen”.

Selain menjadi penyair dan sastrawan, beliau juga berperan aktif menghidupkan minat baca masyarakat Magelang melalui komunitas ‘Membaca Magelang’, beliau juga menghidupkan kembali dunia perwayangan di hadapan para muda-mudi dengan menjadikannya cerita yang unik, menarik dan asyik. Menurut beliau, ini merupakan salah satu ‘semangART’ beliau dalam menjaga NKRI.

Vinanda Febriani.
Jamaah Kopdariyah, Netizen Magelang Raya
Borobudur, 26 April 2018.

Comments

comments