Sarung VS Celana Cingkrang

Sarung VS Celana Cingkrang

Kaitanya di zaman globalisasi saat ini banyak fenomena atau gerakan yang menjadi pemicu muncul nya kaum yang mengatas namakan agama dengan beragam yang sangat ketat dan keras tanpa ada nya kompromi serta menampilkan daya jual yang di packing rapih serta terlihat menarik untuk di ikuti, yang disebut kaum celana cingkrang atau kaum hijrah kekinian. (Selasa, 20 April 2021).
Hal ini juga menjadi pemicu nya salah jalan dan salah membuat kerangka berpikir yang berlandaskan ilmu secara teoritis.
Kesalahan dalam menafsirkan daripada istilah hijrah di sebab kan banyak nya yang ikut serta kelompok nya adalah mayoritas bukan lulusan pesantren dan tentu hal ini menjadi bom waktu untuk gerakan nya itu sendiri.

Islam mengajarkan kebaikan adab serta budi pekerti kepada sesama. Gerakan ini diawala di perkotaan,perumahan, dan perkamopusan yang nktaben nya bukan lulusan pesantren mereka belajar secara praktis bukan secara teoritis dengan buku alakadar nya dan terjemahan nya daya jual yang menarik dari segi tampilan dan gaya bahasa penyampaian ala milenial itu yang jadi menarik perhatian.

Jika melihat kaum nahdliyin dengan pendidikan pesantren nya setiap yang di kaji nya dari ilmu tauhid,tasawuf ,fiqih dan lain sebagai nya butuh beberapa tahun untuk memahami nya ini adalah pembentukan kerangka berpikir yang jelas sesuai sanad ke ilmuan bukan ilmu yanh di cocok-cocokan .
Sarung adalah prodak budaya asli indonesia namun hal ini juga bukan jadi patokan utama untuk beragama, tapi sudah menjadi kebiasaan orang indonesia ketika beribadah orang muslim yaitu menggunakan sarung, banyak inovasi sarung dengan berbagai macam desain sesuai zaman nya.

Kaitan nya dengan globalisasi di era kekinian adalah mempengaruhi pola pikir setiap menafsirkan agama. Dari aspek sosial pun jelas meruntuhkan mode penampilan dalam balutan prodak budaya negara nya menyesatkan setiap langkah nya, dari kaum muda lah kokoh nya suatu agama dan negara terkait aspek budaya, sosial dan globalisasi di era kekinian . Dan hari ini bahwa islam terpecah sesuai dengan kelompok nya tidak akan menjadi islam yang kaffah jika tak kembali pada qur’an dan hadis ity yang selalu di ucap kan doktrin jitu yang menyesatkan kaum muda milenial.

Jika beragama di ukur dari penampilan apa bedanya koruptor yang dibalut gamis dan sorban setiap perkataan selalu mengucapkan nama tuhan, bergama tak diukur dari penampilan namun di ukur dari sikap dan tingkah laku, itu juga yang di sebut hijrah berpindah menjadi tidak baik ke pada hal yang baik .

By : Faiz Ali

comments