SANTUNI PENDERITA KANKER GANAS, NURANI KEMANUSIAAN

77

Hari selasa 28 april 2020,Kasatkorkel Desa Nanggerang ( Rosadi) dan GP Ansor Ranting Nanggerang menjenguk bapak Usup 54 tahun warga dusun nanggerang rt.02 rw.03 desa nanggerang penderita kanker ganas dikepala dan telah lama menderita penyakit kanker ganas dikepala dan telah kehilangan pungsi sebelah matanya bahkan sudah tidak dapat melihat lagi sebelah matanya akibat penyakit kanker ganas yang menggerogotinya selama ini. Saat ditemui para sahabat dari Ansor dan banser ranting Desa Nanggerang beserta ketua Rt dan Rw setempat, keluarga bapak usup menuturkan bahwa bapak usup ini telah lama menderita penyakit ini dan telah melakukan pengobatan ke beberapa rumahsakit besar dan hasilnya beliau menderita penyakit kanker ganas bahkan harus melakukan operasi namun karena keterbatasan biaya dan keadaan keluarga yang kurang memadai terpaksa menghentikan pengobatannya hingga keadaan beliau semakin memburuk bahkan kami melihat dengan mata sendiri luka akibat kanker ini begitu parah hingga telah meluas ke area wajah hingga telah menghancurkan sebelah matanya yang sebelah kiri.tutur rosadi. Tergugah hati kami saat dimana ekonomi saat ini begitu sulit karena dampak wabah korona selama ini namun, seketika keluh kesah kami itu menghilang ketika melihat bagaimana penderitaan yang dialami oleh bapak usup ini, selain terkena dampak korona “yang hampir semua mengalami dampaknya” bapak usup ini juga harus menanggung beban penderitaan yang begitu berat, ekonomi, kesehatan hingga rasa sakit pilu yang ditanggungnya. Seperti makna yang tersirat dalam kata

Ansor “Para Penolong” ini adalah salahsatu implementasi nya. Mengutip perkataan Pembina Ansor sukasari Kiyai Deni Hidayatul Mustafid saat temu wicara dengan PAC GP Ansor Kecamatan Sukasari bahwa “Kecap bukti jeung aya eta tembong lamun kapanggih (aya muhkam bih na), bukti eta dhorurina ari aya eta Nadzorina, usik jeung cicing eta bukti ngarana kitu deui anyarna jirim (dinamika hirup) eta oge bukti ngarana, kawas ngabahas dzat Qodim eta dzat moal kapanggih ngan Wajib Ayana kusabab wajib, atuh kudu nuduhkeun kana aya na koleprak weh aya Dzat Wajibul Wujud”. “Kudu jiga Gula Amis, Gula ibarat bukti Amis ibarat Asma, haying kapanggih wujudna Asma mah kudu diantelkeun kana letah”. Kira-kira bila disimpulkan seyogyanya sesuatu itu bukan hanya sekedar Nampak namanya saja namun, harus langsung dapat terasa manfaat dan kebaikannya baik untuk diri sendiri termasuk buat sesama.

KASATKORYON DAN KASATKORKEL BANSER
RANTING DESA NANGGERANG BERIKAN BANTUAN
BIAYA DAN SEMBAKO, KEPADA PENDERITA KANKER GANAS

Terketuk hati kami untuk bisa sedikit menyisihkan sebagian harta kami untuk membantu beliau memang tidak seberapa nilainya namun,paling tidak ini dapat meringankan beban derita yang dialaminya selama ini, sedikit uang dan sembako ini hasil dari kolektip semua sahabat Ansor dan Banser Kasatkorkel desa Nanggerang tutur Kasatkoryon Banser kecamatan sukasari (Asep Rustandi) yang mana juga terjun langsung kelokasi tersebut bersama Wakabid Kaderisasi PAC Ansor sukasari (Suryana).

Semoga ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkannya serta dapat mengetuk hati dan nurani para dermawan mulia untuk senantiasa mengulurkan tanggannya membantu orang-orang yang lagi menderita seperti bapak usup ini. Memang berat kondisi saat ini dimana hampir semua orang terkena dampak wabah Covid-19 namun disisi lain kita juga tidak boleh kehilangan nurani kemanusiaan dan membantu sesama yang benar-benar sedang membutuhkan uluran tangan kita semuanya. Tutur Wakabid kaderisasi Ansor sukasari.(Capung***

comments