Ratusan Siswa / Santri Ma’arif Cikedung Maja Tolak Program Lima Hari Sekolah

39

MAJA (Ansorjabar Online) – Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaanyang akan memberlakukan program lima hari sekolah mendapatkan reaksi penolakan dari Keluarga Besar Yayasan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung Maja. Ini dibuktikan dengan adanya pernyataan sikap dari ratusan siswa dan santri yang diucapkan dalam rangkaian Acara Haflah Jenjang Studi di Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung Maja, Kamis (15 /06/ 2017).

Salah satu perwakilan santri, Afni Nurul Adillah mengatakan program lima hari sekolah hanya akan merugikan sistem pendidikan Madrasah Diniyah yang selama ini telah ada.

“Program tersebut sangat merusak keberadaan Madrasah Diniyyah“, ucapnya.

Nurul menjelaskan, selama ini Madrasah Diniyah atau DTA sudah berkontribusi banyak pagi pembangunan bangsa khususnya Pembangunan Sumber Daya Manusia yang religius.

“Apa jadinya kalau nanti kader bangsa ini dipaksakan untuk mengenyam pendidikan yang full day school tapi akhirnya meninggalkan religiulitas dalam pendidikan tersebut”, jelas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Majalengka ini.

Dilain pihak, Dewan Asatidz Aan Subarhan menyikapi program ini dengan mengambil sikap yang jelas yaitu menolaknya.

“Kami sangat jelas menolak program lima hari sekolah atau full day school ini”, ungkapnya.

Aan menjelaskan alasannya karena program tersebut akan mengganggu bahkan merusak sistem pendidikan yang sudah berjalan saat ini khususnya bagi pendidikan madrasah dan pondok pesantren.

“Apapun alasannya, yang jelas program tersebut akan merusak tatanan pendidikan yang sudah berjalan saat ini khususnya di lembaga pendidikan madrasah diniyah dab pondok pesantren”, ungkap pria yang juga menjabat sebagai staf ahli anggota DPR RI ini.

Ketika ditanya harapannya, Aan menjawab pihaknya dan seluruh pemangku lembaga pendidikan madrasah diniyah maupun pondok pesantren pasti sangat berharap pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan nasional dapat mencabut kembali peraturan tersebut.

“Yang saya dengar presiden akan membatalkan peraturan mendiknas tersebut, mudah-mudahan demikian adanya dan itu menjadi harapan kami”, pungkas aktivis muda NU ini.

Berdasarkan pantauan kami, tampak hadir dalam acara tersebut, Civitas Akademika Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung, Siswa dan Santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cikedung, dan Ribuan Orang Tua Wali Siswa dan Santri serta Masyarakat umum. (Edi)

Comments

comments