Program One Pesantren One Produk Gubernur Jabar Dinilai Pencitraan

CIREBON – Program One Pesantren One Produk yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menuai kritik dari kalangan pesantren.

Kali ini kritikan datang dari pondok pesantren Al-Muta’allimin, Lemahabang Kabupaten Cirebon. Pengasuh Ponpes tersebut, K. Sidik Kriyani angkat bicara bahwa program One Pesantren One Produk belum jelas arahnya.

“Ini seolah bagian dari upaya pencitraan saja. Ia mencitrakan bahwa Kang Emil adalah bagian dari pesantren dan NU,” ujar pengasuh Ponpes Al-Muta’allimin, K. Sidik Kriyani, Jum’at (11/10/2019).

Dirinya menilai jika apapun programnya harusnya bersifat konkret dan terukur sehingga langsung bersentuhan dengan kebutuhan pesantren.

“Karena pasti kebutuhan pesantren akan cenderung beragam dan berbeda melihat dari letak geografis dan kulturalnya cenderung tidak sama,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menilai jika program yang digadang-gadang sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pesantren itu hanya sekedar ceremonial semata.

“Kalau hanya sekedar seremoni, masyarakat jabar sudah terlalu jemu dengan seperti itu. Kami secara umum lebih mengharapkan regulasi gubernur agar mengarah langsung kepada kebutuhan pesantren yang sangat urgent,” paparnya.

Dirinya mencontohkan jika kebutuhan urgen di pondok pesantren meliputi program rehabilitasi, penguatan SDM, alokasi bantuan stimulan untuk ustadz, konsen terhadap pendidikan diniyah serta bantuan-bantuan penunjang lainnya.

“Lebih baik konsen di wilayah itu dulu daripada bermaksud mendorong pertumbuhan ekonomi tapi tujuan dari programnya malah tidak terasa. Efeknya juga tidak ada. Apalagi bagi pesantren terpencil yang akses infrastruktur dan internet kurang baik,” pungkasnya. (Ade Mahmudin)