Press Realease Soal Aksi Kedatangan Jokowi Ke Tasikmalaya

184

Menanggapi statment yang “MENGATASNAMAKAN” Ketua PC.  PMII Kota Tasikmalaya, yang menyebutkan oknum yang tidak bertanggung jawab dalam aksi demonstrasi waktu kedatangan jokowi ke kota Tasikmalaya.  Pernyataan tersebut  di muat dalam Website PW Ansor Jabar, beberapa waktu lalu.

Saya sebagai ketua Kopri demisioner masa khidmat 2015-2016 mengakui bahwa yang turun ke jalan menyuarakan aspirasi itu merupakan benar kader PMII  dari beberapa komisariat,  secara sistem kaderisasi bahwa mereka telah mengikuti mapaba dan dibaiat sebagai anggota PMII.  Secara tidak langsung mereka berhak membawa panji dan perangkat organisasi lainnya.

‌Mereka bukanlah “OKNUM” yang tidak bertanggung jawab namun mereka adalah kader dan anggota PMII dan ada beberapa orang juga perwakilan dari kader kopri kota Tasikmalaya.  Dengan adanya pengakuan bahwa ada yang menyebutkan dirinya sebagai ketua umum PC. PMII Kota Tasikmalaya,  sampai saat ini konfercab kota Tasikmalaya belum selesai di pending dengan waktu yang tidak ditentukan jd belum ada ketua umum terpilih dengan adanya penerbitan SK dari PB apakah melalui prosedur yang benar dan nofrmatif karena saya sebagai ketua kopri demisioner tidak pernah dilibatkan dalam rapat formatur dalam penyusunan pengurus.  Jelas-jelS dalam aturanpun tim formatur terdiri dari ketua terpilih,  ketua demisioner dan perwakilan dari peserta konfercab melalui prosedur yang jelas.

Saya Epul Kusnaedi sebagai ketua umum PC.PMII Kota Tasikmalaya demisioner (exofisio) menyatakan dengan tegas dan lugas bahwa masa aksi yang dituduh oknum, adalah anggota dan kader PMII yang sah. Sejalan dengan yang dituturkan ketua kopri demisioner Hety, saya tidak dilibatkan dalam pembentukan formatur. Ini adalah bentuk pelanggan terhadap AD/ART organisasi.

Saya merasa sangat kecewa dengan langkah gegabah yang telah dilakukan oleh Hafid cs, nalar kader dan anggota dihabisi tanpa amnesti. Mereka yang dioknumkan ibarat bunga mawar yang sedanga tumbuh, mulai akan berwarna dan berduri, akan memberi keharuman bagi sekitarnya, namun ditengah bunga itu tumbuh, seseorang berusaha menginjaknya. Sungguh ironis

Sejalan dengan penuturan sahabat Epul dan Hety, saya Deni Romdoni selaku Ketua Pelaksana Konfercab tidak tahu menahu masalah berita acara yang diterbitkan oleh mereka. Kalau mengacu pada aturan organisasi, saya harus terlibat disana. Ini adalah kecacatan administrasi sekaligus pelanggaran terhadap AD/ART.

Selaku koordinator aksi kemarin saya Imam Farid Muslim menegaskan, tidak membawa nama PC.PMII Kota Tasikmalaya. Kami bergerak berdasar naluri gerakan, dan sesuai Undang-Undang Kebebasan Mengeluarkan Pendapat dimuka umum sebagai acuan kami.

(Koordinator Aksi, Imam Farid Muslim)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
31

Comments

comments