Posisi Anak Muda dalam menjaga harmonisasi bangsa

124

Seperti telah kita ketahui, bahwa anak muda dalam konstetasi perjalanan bangsa indonesia telah menjadi corong dalam menjaga integritas kebangsaan. Melihat perjuangan pemuda dalam ikut andil dalam menjaga keutuhan bangsa.

Merebaknya ujaran kebencian dengan saling mengkafirkan satu sama lain merupakan hal yang muncul di tengah kehidupan masyarakat. Melihat kontestasi isu sara semakin kental, maka hal tersebut menjadi miris bagi bangsa ini yang seutuhnya menjaga persatuan dalam semboyan yang telah diajarkan oleh para pendiri bangsa indonesia di atas bingkai Binneka Tunggal Ika.
Bila mengutip perkataan Edi Rusyandi selaku Pimpinan Redaksi PW Ansor Jabar mengatakan adanya ujaran saling mengkafiri satu sama lain dapat merusak tatanan harmonisasi bangsa.
“Ya jelas dalam konteks berbangsa dan bernegara hal demikian dapat merusak harmonis bangsa”Ujarnya saat di wawancarai via Whatsapp (22/02/2016).
Melihat hal itu sosok pemuda harus menjadi jembatan dalam menjaga harmonisasi bangsa ini. Karena bila mengutip perkataan bung karno sering di dengungkan ” Beri Aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia” masih relevan dengan spirit anak muda dalam menjawab persoalan ujaran kebencian dalam mengkafirkan satu sama lain.
Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa inisiatif langkah yang bisa ditempuh memulainya dengan beberapa hal dari mempunyai pikiran Husnudon /Pikiran baik dalam bingkai persaudaraan dan persatuan.
Bila menyimak perkataan Lanjut Edi “ada beberapa yang bisa dilakukan oleh anak muda dengan terus mencari Ilmu dan bertabayun/konfirmasi jika mendapatkan informasi.”Ujarnya
Saatnya anak muda untuk tidak diam dalam menjawab problem kebangsaan melihat maraknya ujaran kebencian, namun harus menjadi terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan perdamaian ini dengan semangat menjaga persatuan dan keutuhan bangsa agar menjadi “bangsa harmonis” dengan anak muda sebagai sosok pemersatu keutuhan bangsa.

Penulis :Rangga Julian Hadi.S.Hum

Kader PMII Kab.Bandung
Aktif di Komunitas Salim

Comments

comments