PMII Tekankan Rasa Bangga pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Ke-150

32

PMII Tekankan Rasa Bangga pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi Ke-150

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Dialog Kesukabumian dan Doa untuk Sukabumi dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-150 Tahun dengan Tema “Kabupaten Sukabumi yang Kita Cita-Citakan; Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat Cabang PMII tersebut dihadiri oleh Anggota dan Kader PMII dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan melakukan siaran dalam jaringan.
Narasumber dialog pada kegiatan tersebut diisi oleh Rusman Nurdiansyah, Pengurus Besar (PB) PMII dan Dian Maulana Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat.
Rusman Nurdiansyah menyampaikan dalam materinya mengenai Kabupaten Sukabumi yang Kita Cita-Citakan.
“Bahwa Kabupaten Sukabumi yang Kita Cita-Citakan adalah Baldathun Thoyibatun Wa Rabbun Ghafur, negeri yang penuh dengan kebaikan, kebarokahan serta dalam ampunan Tuhan yang Maha Esa, yang didalamnya berdiri ilmu-ilmu ulama, keadilan penguasa, kedermawanan pengusaha dan doa-doa terbaik masyarakatnya. Karenanya mesti ditumbuhkan rasa Bangga dan cinta Pada Kabupaten Sukabumi itu sendiri, terkhusus bagi Kader dan Anggota PMII”. Pungkas, Rusman Nurdiansyah.
Kemudian, diakhir kegiatan I. Muazd Barokah, pelaksana yang diamanahkan menggelar kegiatan tersebut menambahkan. Bahwa pada dasarnya pelaksanaan kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta pada Kabupaten Sukabumi, serta sebagai mahasiswa yang merupakan moral force bangsa ini mesti memiliki ilmu dan keyakinan pada pancasila dan ajaran agama.
“Mahasiswa dimana saja pasti tedorong untuk berpikir kritis pada berbagai fenomena, termasuk di dalamnya mengkritisi hal-ihwal kebijakan-kebijakan di Daerah. Nah, sebelum hal itu dilakukan, rasa Bangga dan cinta pada Daerahnya (read. Kabupaten Sukabumi) merupakan hal yang wajib tertanam pada jiwa mahasiswa, terkhusus Anggota dan Kader PMII, agar segala kritikan yang dilancarkannya didasarkan pada rasa bangga dan cinta”. Jelas Muazd.
“Mahasiswa sebagai moral force bangsa ini, tentu memiliki i’tikad yang sama, yakni mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang kita cita-citakan, itu hanya akan terwujud jika ada rasa bangga dan cinta, serta dasar ilmu dan keyakinan pada pancasila dan ajaran agama. Bukan hanya melontarkan kritik-kritik omong kosong”. Tambah Muazd, mengakhiri kegiatan.

comments