PESERTA PKD DIBAIAT DI MAKAM PEJUANG RESOLUSI JIHAD  

230

Cirebon-Agenda Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilaksanakan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Cirebon belakangan ini semakin disambut antusias warga masyarakat pemuda setempat.Ketua pelaksana kegiatan, Saepudin Jazuli menuturkan, gelaran yangdilaksanakan pada Jum’at (27/8/2016) hingga Minggu (28/8/2016) di Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet, Cirebon ini para peserta yang berminat mengikuti kegiatan cukup membludak. Dari ratusan peserta yang mendaftar, demi epektifitas kegiatan panitia hanya membatasi 70 orang saja.

“Panitia terpaksa membatasi jumlah peserta, supaya proses pengkaderan berjalan optimal sesuai target yang diharapkan”, ujar Sapudin.

Para peserta merupakan utusan dari 40 Pengurus Anak Cabang(PAC) Ansor di Kabupaten Cirebon. Selain itu, agar adanya kesinambungan kaderisasi di lingkungan KBNU, panitia juga  membuka kesempatan bagi aktivis senior IPNU dan PMII untuk menjadi peserta.

Dalam kesempatan itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, H.M. Fariz Elt Haque Fuad Hasyim menyampaikan animo yang tinggi ini merupakan salah satu indikator pencapaian prestasi Ansor sebagai organisasi kader. “Penting untuk dicatat bahwa Ansor adalah organisasi kader. Munculnya kader-kader baru lewat PKD ini ibarat pasokan darah segar yang akan membuat organisasi bergerak lebih dinamis lagi. Jika kaderisasi lambat, maka ibarat tubuh akan menjadi loyo dan ringkih,” tegas Fariz.

Hadir menjadi narasumber untuk mengisi materi acara ini diantaranya Dr. H. Marzuki Wahid (ISIF), Dr H Syarif Abubakar Yahya, HM Nuruzzaman (PP Ansor), serta Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar.

Selama 2 hari, para peserta digembleng dengan sikap disiplin, ditanamkan rasa cinta terhadap tanah air serta diteguhkan semangat ke-ansor-an dan ke-NU-an. Bahkan peserta mendapat materi khusus tentang strategi menghadapi radikalisme agama. Hal ini disebabkan karena Cirebon sudah masuk kategori zona merah terorisme, terbukti dengan banyaknya kasus terorisme yang pelakunya melibatkan jaringan Cirebon.

Di akhir acara, para peserta dibaiat secara khusus bertempat di kompleks makbaroh sesepuh Buntet Pesantren. Suasana baiat bertambah khidmat karena para peserta berjanji di hadapan pusara masyayikh, termasuk Mbah Abbas yang memiliki peran penting dalam pendirian Nahdlatul Ulama serta mempertahankan NKRI saat tercetusnya Resolusi Jihad. Sejumlah peserta bahkan terlihat menitikkan air mata. “Saya terharu karena kalimat baiat diucapkan di tempat khusus ini. Saya berjanji akan sungguh-sungguh berjuang untuk kemajuan Ansor dan NU,”  cetus salah seorang peserta bernama Subhan.

Acara pengkaderan ini cukup berhasil. Berdasarkan catatan panitia, 90% peserta dinyatakan lulus. Sementara 7 peserta harus mengulang karena absensi di bawah 75%. Pengurus PC Ansor Kabupaten Cirebon memproyeksikan, pengkaderan PKD akan difokuskan di tingkat PAC. “Tingkat PC akan mengintensifkan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan atau PKL,” tutup Sekretaris PC Ansor Kabupaten Cirebon Marzuki Rais.

comments