Pesan Untuk Para Hater Said Aqil Siradj

2559

Oleh : Ayi Sopwanul Umam*)

Bersikaplah Hati-Hati Jika Anda Menggunakan SARKASME..!!!  “Setelah Kata-Kata Anda Terlontar, Anda Tidak Bisa Menariknya Kembali. Kepuasan Sementara Yang Anda Peroleh Dengan Kata-Kata Anda Yang Tajam, Pasti Lebih Sedikit Dari Harga Yang Anda Bayar”

(Robert Greene:76)

Belakangan ini banyak orang atau suatu kelompok yang gampang berprasangka negatif terhadap kelompok lain, atau menuduh sesat golongan lain, dan kadang disertai hujatan, penghakiman secara sepihak, dan sebagainya. hal ini dibuktikan dengan Bertebaran berbagai tulisan yang bagitu banyak bahkan tak terhitung jumlahnya yang isi nya mencemooh, cacimaki dan fitnah terhadap KH. Said Aqil Siraj. beliau dituding inilah, di tuding itulah dan sebagainya. lalu pertanyaan sederhananya ketika anda rajin melakukan tudingan tersebut siang dan malam, lalu apa keuntungan nya buat anda??

mungkin dengan berbuat demikian, anda menganngap diri anda intelek, menganggap tidak benar menurut pemahaman anda sehingga anda rela mengeluarkan kata-kata yang itu tidak pantas untuk di orasikan di sosmed dan di ruang-ruang public, atau hanya sebatas kegenitan intelektual atas dasar krisis eksistensi. hal ini patut di renungkan dengan akal sehat anda. karena anda sebagai kaum terdidik tentunya bisa memposisikan akal sehat anda jauh lebih mulia ketimbang terpengaruh oleh syahwat kebencian dan tipuan Nafsu. Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam Mengatakan:

Siapa merasa dirinya tawadhu‘, maka dia benar-benar telah takabbur (sombong).

Dalam dunia sosial tergantung penampilan. Manusia memiliki indra keenam untuk melakukan penilaian terhadap sesuatu yang ada di sekelilingnya. bisa dibilang manusia adalah sebagai mesin interpretasi dan penjelasan. bisa jadi cemoohan dan cacian anda tersebut hanya merusak reputasi anda sendiri dengan banyak berbicara hal-hal yang menurut pendapat public itu hal yang sangat konyol. sehingga cara anda membawa diri (bertindak dan bersikap) seringkali menentukan bagaimana anda di perlakukan. jagalah reputasi anda sendiri dengan tidak berbuat hal-hal yang konyol. ketika memang anda menganggap diri anda berilmu, dan terdidik tentu anda memahami betul bagaimana menghormati sesama terlebih sopan santun terhadap para kiyai dan ulama.

Didalam kehidupan yang nyata kita sering kali dihadapkan dengan berbagai macam ujian. sisi lain kita mencoba melatih mental agar bisa melewati ujian kehidupan itu. tapi anehnya kebanyakan diantara kita Terkadang tidak tahan dengan ujian dan godaan media saat ini. padahal itu hanya berupa kabar burung ataupun isu tentang pihak tertentu yang tersebar luas padahal isinya hanyalah ketidak jelasan. menyikapi hal ini, Islam sebenarnya telah mengajarkan kepada ummatnya untuk mencari kejelasan semaksimal mungkin, atau biasa dikenal dengan istilah tabayyun. Tabayyun merupakan bagian dari akhlak mulia didalam Islam guna memeriksa dengan teliti sebuah kabar yang belum jelas.

“Kerang terbuka total saat bulan purnama : dan ketika kepiting melihat seekor kerang yang terbuka ia melemparkan sebutir batu atau ganggang laut kedalam nya supaya si kerang tak bisa menutup lagi dan si kepiting bisa menyantap dagingnya. begitulah nasib orang yang terlalu sering membuka mulutnya dan menempatkan dirinya pada belas kasihan pendengarnya.”

Leonardo Da Vinci, 1452-1519

*Sekertaris Umum PKC PMII Jawa Barat

 

 

Comments

comments