Perkokoh Komitmen Bela NKRI, GP Ansor NU Gelar Kirab Satu Negeri

32

Perkokoh Komitmen Bela NKRI, GP Ansor NU Gelar Kirab Satu Negeri

Ditulis Oleh: Vinanda Febriani

Adanya ancaman atas konsensus kebangsaan yang kemudian membuat fenomena intoleransi, terorisme dan radikalisme semakin marak di Indonesia, tentu saja membuat resah seluruh elemen bangsa. Fenomena ini menjadi sangat menyedihkan karena mayoritas rakyat memilih diam. Padahal jika dikaji lebih lanjut, efek bagi masa depan sangatlah berbahaya, salah-satunya yakni adanya konflik berkepanjangan mengatas-namakan agama yang nantinya akan mengganggu kondusifitas negara dan bahkan dunia.

Berangkat dari beberapa permasalahan itu, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU) menggelar event bertajuk Kirab Nasional yang akan dilaksanakan pada Minggu, (16/09 hingga 26/10/2018). Dalam kegiatan yang bertema “Bela Agama Bangsa Negeri” ini, GP Ansor NU sekaligus memperkokoh komitmennya untuk terus berjuang menjaga, mempertahankan serta membela agama, bangsa dan negara.

Adanya Kirab Satu Negeri ini, bertujuan untuk semakin memperkokoh konsensus kebangsaan Indonesia agar tidak mudah digoyahkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menggalang suara mayoritas supaya tetap komit mendakwahkan agama yang penuh Rahmat dan perdamaian. Tunjukkan bahwa Indonesia merupakan inspirator perdamaian dunia.

Dimulai dari 5 titik terdepan Indonesia, yakni dari Sabang, Nunukan, Miangas, Merauke dan Pulau Rote, kegiatan ini akan berlangsung selama 6 pekan di seluruh Indonesia yang akan berpuncak di Yogyakarta.

Adapun puncak kegiatan utama dari Kirab satu negeri, ialah berdiskusi dengan tokoh-tokoh agama dan perdamaian dunia dengan tema, “Menghidupkan ruh agama untuk kemuliaan peradaban”. Selain itu ada beberapa kegiatan pendukung lain seperti klinik pengobatan gratis, sunatan massal, pasar murah, pembersihan pantai, penanaman pohon, donor darah, jalan santai dan lain sebagainya.

Harapannya, tak lain adalah untuk kembali bersama, memperkokoh konsensus kebangsaan Indonesia yang mulai pudar diterjang banyaknya kemelut dunia yang akan menghancurkan negeri ini dikemudian hari jika tiada lagi persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Mari kokohkan komitmen kita untuk agama, bangsa dan negara.

Vinanda Febriani
Borobudur. Minggu, 16 September 2018.

comments